1 Harga Baru Untuk BBM Bersubsidi Di Bawah 6000

Tidak ada komentar 141 views

Jakarta,(DOC) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) akhirnya mengumumkan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.
Saat pidato pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Selasa(30/04/2013) kemarin, SBY mengakui bahwa pengurangan belanja subsidi merupakan satu-satunya solusi agar APBN tetap sehat dan perekonomian terjaga.

Menurut Presiden, saat ini penyaluran BBM bersubsidi sudah tidak adil dan tidak tepat sasaran. Padahal, saat ini anggaran subsidi BBM sudah terlalu besar. Pada APBN yang dirumuskan tahun lalu, lanjut SBY, subsidi BBM mencapai Rp 193,8 triliun sementara pendapatan hanya sebesar Rp 1.529,7 triliun.

Dalam perkembangannya hingga April, anggaran subsidi bisa mencapai Rp 297 triliun, jika tidak dilakukan sesuatu dengan harga BBM bersubsidi yang masih di level Rp 4.500 per liter.

“Itulah faktanya, keadaannya. Kalau kita tidak lakukan sesuatu, maka perekonomian kita tidak dijaga dengan baik maka akan mendapatkan kesulitannya,” ujar SBY di gedung Bidakara Jakarta.

Di depan menteri, eselon I kementerian, pejabat lembaga, gubernur, dan pemimpin daerah, SBY meminta mereka untuk betul-betul paham urgensi kenaikan harga BBM ini.

“Saya hanya ingin wanti wanti, belum semua memiliki apa yang saya inginkan. Saya hanya ingin jangan sampai tidak memiliki sense of crisis, pandai menentukan prioritas, tanggung jawab dalam menjalankan program pemerintahan. Jangan sampai kita kurang peduli kurang memiliki rasa tanggung jawab karena seolah fiskal APBN kita ini dalam keadaan fair-fair aja,” jelas presiden.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyebut kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan melebihi Rp 6.000 per liter. Hal ini diambil dalam rangka menjaga fiskal atau keuangan negara tetap sehat. Walaupun demikian, Hatta enggan menyebut kapan kenaikan BBM akan direalisasikan.

“Belum sampai kesitu perkiraan saya di bawah Rp 6.000. Tentu ada inflasi, sekarang ini kita kendalikan dulu inflasi pangan, hortikultura jangan melonjak,” ucap Hatta di Hotel Bidakara, Jakarta.

Kenaikan harga BBM ini akan diimbangi pemerintah dengan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan. Bantuan langsung ini disebut berupa dana beasiswa tunai, beras miskin (raskin) serta bantuan langsung lainnya. Hatta yang juga Plt Menteri Keuangan juga belum merinci berapa bantuan yang akan diterima masyarakat.

“Pertama presiden akan konsultasi dengan pimpinan DPR. Sekitar tanggal 6 untuk membicarakan kompensasi. Setelah itu kita ajukan RAPBN-P 2013. Dari situ nanti dibahas berapa asumsi yang berubah. Di situ kita akan membahas bantuan langsung masyarakat sementara. Masih dihitung, masih kita liat asumsi berapa besar penyesuaian,” jelas Hatta

Bantuan yang akan diterima masyarakat tergantung dari berapa besar penyesuaian atau kenaikan harga BBM bersubsidi nantinya. Hatta menyebut data penerima bantuan ini juga telah diperbaharui dan paling mutakhir.

“Kompensasi jauh lebih baik datanya, survei dan simulasi, tingkat ketepatannya tinggi,” tegasnya.(MD/R7)