10 Juta PerAnggota Untuk Muluskan WS Jadi Wawali

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya,(DOC) – Menjelang pemilihan Wakil Walikota Surabaya, dalam rangka mencari pengganti Bambang DH yang mundur karena maju dalam Pilgub Jatim, diindikasi diwarnai politik transaksional.

Dugaan menguat, tatkala berlangsung acara Halal Bi Halal di Rumah Makan Ria Galeria di Jl. Raya Gebung, yang hanya dilakukan hanya dua fraksi besar di DPRD Surabaya, yakni Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PDIP. Di DPRD, jumlah anggota FPD sebanyak 16 orang, sedangkan FPDIP 8 orang.

Menurut informasi narasumber yang enggan disebut namanya, Halal Bihalal yang bernuansa lobi politik tersebut dilakukan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya untuk meloloskan Wisnu Sakti Buana menduduki kursi Wakil Walikota Surabaya. Dalam ertemuan tersebut, diduga terjadi deal-deal politik yang berbau politik uang.

Acara silaturahmi yang bernuansa politis tersebut dilakukan pada hari Kamis (15/8/2013) lalu. Perwakilan F-PDIP yang hadir dalam pertemuan tersebut dikabarkan membahas mengenai cawali dalam pertemuan Wisnu Sakti Buana, Armudji dan Tri Didik Andiono.

Sementara dari Fraksi Demokrat, dari 16 anggota Dewan, hanya dihadiri 13 orang saja. Yang tak hadir saat itu adalah Mochammad Machmud, Sachiroel Alim Anwar dan Kartika Maya Damayanti. Belakangan, diduga saat ada deal-deal politik, M. Anwar dan Ratih, meninggalkan lokasi. Jadi, saat itu hanya ada 11 anggota Demokrat saja yang ada di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, diduga masing-masing anggota Demokrat itu akan mendapat uang Rp10 juta jika memilih Wisnu Sakti Buana. Dua calon anggota F-PDIP yang dipilih 50 anggota DPRD Surabaya, adalah Wisnu Sakti Buana dan Syaifudin Zuhri.

Dengan gabungan dua fraksi ini, ditambah beberapa suara lagi, diperkirakan sudah mampu meloloskan Wisnu Sakti. Untuk meraih kemenangan, jika pemilihan dilakukan secara voting, Wisnu Sakti harus mengantongi dukungan sekitar 26 suara.

Pertemuan dua anggota fraksi bertendensi politis tersebut dilatari ketakutan Wisnu Sakti Buana kalah dalam pemilihan. Pasalnya, sejumlah anggota Dewan cenderung mengarahkan dukungan ke Syaifudin Zuhri. Meski sebelumnya Syaifudin sendiri telah menyatakan F-PDIP sepakat mengegolkan Wisnu Sakti, putra mantan Sekjen DPP PDIP Ir. Sutjipto, sebagai Wakil Walikota terpilih.

“Pencalonan saya hanya untuk memenuhi aturan, karena minimal dua orang. PDIP sepakat meloloskan Pak Wisnu Sakti,” ujarnya.

Menanggapi pertemuan politik yang dikemas acara Halal Bihalal, Ketua Fraksi Demokrat, Irwanti Limantoro, saat dikonfirmasi membenarkannya. Namun, ia membantah jika adanya deal-deal politik, apa lagi adanya politik transaksional.

“Tidak benar itu, hanya acara halal bihalal saja pasca Lebaran. Tidak ada deal-deal politik apa pun, apa lagi adanya politik uang,” kata Ketua Fraksi Demokrat itu, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya.

Namun, anggota F-PD ini justru mengungkapkan, bahwa pertemuan dengan FPDIP, selain acara halal bi halal, pihaknya ingin mendengarkan visi-misi Wisnu Sakti jika dirinya menggantikan Bambang DH yang sedang bertarung di pemilihan Gubernur Jatim.

“Kita dengarkan visi dan misinya, biar suara fraksi Demokrat utuh, tidak terpecah belah, Namun, adanya kabar politik uang itu, saya tegaskan tidak benar,” tegasnya.

Hal senada diutarakan anggota Fraksi Demokrat, Dedy Prasetyo. Pertemuan tersebut, menurutnya, hanya acara halal bihalal biasa pasca Lebaran, tidak ada yang penting.

“Pertemuan biasa saja, halal bihalal. Kalau mengenai kabar adanya transaksi politik, saya tidak tahu,” ujarnya.

Sementara Ketua Fraksi PDI Pejuangan, Syaifuddin Zuhri, saat dikonfirmasi, tak membenarkan kabar tersebut. Ia hanya tahu jika hal itu hanya bagian dari halal bi halal saja.

“Tak sampai seperti itu. Acara tersebut hanya silahturahmi saja,” tegasnya.(K4/R7)