10 Orang Tewas dalam Korban Bentrok Antarkampung

Tidak ada komentar 156 views

Gubernur Lampung Minta Tokoh Adat Turun Tangan

 

Ribuan warga terus bergerak saling serang meski ribuan petugas keamanan sudah bersiaga di lokasi bentrok

Jakarta (DOC) – 10 Orang dikabarkan tewas dalam bentrokan antarwarga di Desa Balinuraga, Kecamatan Kalianda, Lampug selatan pada Minggu (28/10). Sebelumnya, korban jiwa dilaporkan tiga orang dan hingga kemarin terus bertambah menjadi 10 orang.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen Suhardi Alius, mengatakan, bentrokan antar warga diduga dipicu oleh insiden kecelakaan yang dialami oleh dua gadis asal Desa Agom. Saat itu, dua gadis Lampung asal Desa Agom yang sedang mengendarai sepeda motor mendapatkan gangguan dari pemuda asal Desa Balinuraga, sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka.

Bentrok yang terus berlarut memantik reaksi para pejabat di wilayah tersebut. Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, meminta semua tokoh adat, tokoh masyarakat, dan perangkat aparatur pemerintahan tingkat bawah dan atas di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, berperan aktif untuk memberikan pembinaan pada warganya masing-masing. Dia mengatakan, bentrok antarkampung bisa dicegah sedini mungkin, jika peran aktif para tokoh tersebut bergerak.

Gubernur mengatakan, pemimpin, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan aparat harus menunjukkan kepemimpinannya ketika kondisi masyarakat tidak normal.

”Seharusnya tokoh adat, tokoh masyarakat, perangkat pemerintah cepat tanggap bila kondisi masyarakatnya tidak normal. Mereka bersama pemerintah setempat harus cepat bertindak mempertemukan pihak-pihak yang bertikai berdamai,” ujarnya.

Gubernur juga  berharap, warga kedua belah pihak bisa meredam emosi agar tidak terjadi korban lebih banyak. Warga juga diminta tidak terprovokasi informasi yang menyesatkan dan menimbulkan gejolak warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan ribu warga Desa Agom dibantu warga desa lainnya dalam Kecamatan Kalianda dengan peralatan senjata tajam dan tumpul menyerang kembali warga Desa Balinuraga dan Kecamatan Way Panji, Senin (29/10) petang. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak enam orang. Sebelumnya, pada Ahad (28/10), bentrok tersebut menyebabkan tiga orang tewas. (rol/okz/r3)