Program PKK di Lombakan antar Daerah seJatim

Tidak ada komentar 295 views

Surabaya,(DOC) – Sepuluh kabupaten nominator permainan/peragaan simulasi saling unjuk gigi memperagakan lomba simulasi beberan kreatif 10 program pokok PKK.
Para nominator itu berhasil melewati babak seleksi lomba permainan/ peragaan simulasi melalui beberan kreatif 10 program pokok PKK tingkat Provinsi Jatim pada 17 Juni lalu, yaitu Kabupaten Ngawi, Pacitan, Sidoarjo, Magetan, Trenggalek, Malang, Situbondo, Gresik, Tulungagung dan Kab Sampang.
Setiap peserta lomba (setiap kelompok Kabupaten terdiri dari delapan orang) tampil selama 45 menit dengan beberan sesuai dengan inovasi dan kreasi kelompok masing-masing namun materinya tidak jauh dari seputar 10 program pokok PKK.
Permainan sangat seru, karena 10 nominator masing-masing sudah menyiapkan beberan sesuai dengan kreasi dan inovasinya. Begitu pula dengan busana yang dikenakan, ada kelompok yang mengenakan busana merah putih sesuai nuansa hari ulang tahun kemerdekaan RI, ada kelompok yang kombinasi gabungan PKK, TNI, petani dan sebagainya yang intinya seluruh koponen masyarakat bersatu. Begitu pula dengan materi beberan, luas sekali cakupannya, menyangkut berbagai Informasi-informasi pembangunan seperti ada yang menyangkut TKW melalui jalur ilegal, kekerasan dalam rumah tangga, sampai pada asupan gizi anak.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari Unair Surabaya, ITS 10 Nopember, Bakesbang Prov Jatim dan TP PKK Prov Jatim. Hasil penilaian adalah akumulasi nilai beberan kreatif dan peragaan/ permainan simulasi 10 program pokok PKK. Pemenang akan disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jatim Bude Karwo September mendatang.
Lomba peragaan beberan kreatif itu merupakan rangkaian acara Sosialisasi pelaksanaan program kerja PKK Provinsi Jatim Bidang Sekretariat, Pokja I dan Pokja IV, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Sosial Provinsi Jatim Jl Gayung Kebonsari Surabaya, Selasa (20/8/2013).
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Dra. Hj. Nina Soeakrwo, MSi dalam sambutan yang dibacakan Wakil Ketua II TP PKK Dra Hj Purmiasih Rasiyo, MM mengatakan, pada kesempatan ini tim penggerak PKK provinsi Jatim merangkai empat kegiatan menjadi satu, yaitu Orientasi Perlindungan Anak dalam Keluarga melalui BKB (Bina Keluarga Balita), Workshop Peningkatan Kapasitas Kader PKK dalam Program Lintas Sektor, Pelaksanaan Program Kerja Pokja I dan IV TP PKK prov jatim, dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Program dan Administrasi PKK bagi anggota TP PKK provinsi jatim.
Tiga kegiatan tersebut dirangkai untuk pokja I dan IV TP PKK kab/kota, sedangkan satu kegiatan yaitu bimbingan teknis pengelolaan program dan administrasi PKK untuk anggota TP PKK Provinsi Jatim dengan nara sumber dari TP PKK Pusat.
Orientasi perlindungan anak dalam keluarga melalui BKB (bina keluarga balita) diperlukan mengingat begitu pentingnya perhatian orang tua terhadap anak dalam menentukan masa depannya. melalui kegiatan tersebut dibahas pola pengasuhan anak untuk membentuk karakter demi menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Menurut Bude Karwo, anak merupakan penentu masa depan bangsa. Berbagai kajian ilmiah menyimpulkan bahwa usia dini merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian dan karakter seseorang yang sulit diubah hingga masa dewasanya. “Oleh karena itu kita harus memperlakukan mereka secara benar,” ujarnya.
Begitu pentingnya perkembangan anak usia dini sehingga Bude Karwo mencanangkan gerakan 10.000 taman posyandu agar setiap anak di Jatim terpenuhi kebutuhan esensialnya baik gizi, kesehatan, rangsangan pendidikan, dan perlindungan hak-haknya, serta pengasuhan yang baik dan benar dari orang tuanya.
Sedangkan kegiatan workshop peningkatan kapasitas kader PKK dalam program lintas sektor. kegiatan ini terkait dengan posisi PKK sebagai mitra kerja pemerintah yang selama ini menjadi andalan pemerintah dalam mengimplementasikan program-program pembangunan sampai di tingkat grassroot, karena memang hanya PKK yang memiliki jaringan komunikasi terstruktur dari tingkat pusat sampai di pintu rumah tangga, yakni melalui dasa wisma.
Sebagai mitra kerja pemerintah, bude karwo bahkan menyebut PKK sebagai supporting system karena PKK mendukung hampir semua lini pemerintahan – maka PKK secara sistematis berusaha menyinkronisasikan program prioritas pemerintah dan mengintegrasikan pencapaian MDG’s dalam implementasi 10 program pokok PKK. “Supaya sistem tersebut bisa berjalan efektif, anggota PKK harus mengetahui dan memahami program lintas sektor serta mampu menyinergikannya, baik dalam perencanaan program maupun pelaksanaannya,” ujarnya.
Pemahaman tersebut menjadi lebih penting lagi dengan terbitnya peraturan menteri dalam negeri nomor 1 tahun 2013 tentang pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK, yang mengamanatkan agar bupati/walikota melalui kepala SKPD yang membidangi urusan pemberdayaan masyarakat menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK di kab/kota yang dilakukan dengan 10 program pokok PKK.
Dalam kesempatan itu diselenggarakan pelaksanaan program kerja pokja I dan IV TP PKK provinsi jatim, diantaranya tentang beberan yang merupakan media sosialisasi program-program PKK. Beberan bisa menjadi media yang efektif untuk sosialisasi berbagai program PKK “Bila suatu beberan mudah dimengerti, tidak membingungkan, sehingga dengan cepat daat menyelesaikan permasalahan. Untuk itu diperlukan daya kreatifitas dan inovasi yang tinggi dalam membuat beberan,” tambahnya.
Acara dihadiri koordinator TP PKK Bakorwil, ketua pokja I dan IV TP. PKK kab/kota se Jatim, peserta simulasi dari kab/ kota yang masuk nominasi, nara sumber dan tim juri, serta dan seluruh anggota TP PKK provinsi Jatim.(R7)