105 Pasis Dikreg XL Ikuti Sesko TNI 9 Bulan

Tidak ada komentar 132 views

Bandung, (DOC) – Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE, memberikan ceramah kepada 105 orang Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) XL Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA 2013 tentang “Pembangunan Minimum Essential Forces (MEF) dan Postur TNI”, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/8/2013). Dari 105 Pasis Sesko TNI terdiri dari Angkatan Darat 50 orang, Angkatan Laut 27 orang, Angkatan Udara 23 orang dan 5 orang dari mancanegara yaitu India, Thailand, Singapura, Australia dan Aljazair. Sedangkan proses belajar mengajar dilaksanakan selama 9 bulan di Sesko TNI Bandung Jawa Barat.
Dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan sekilas tentang alur pikir pembangunan postur TNI (2010-2029) dan alur pikir pembangunan MEF TNI (2010-2024), mengingat pada dasarnya implementasi pembangunan postur TNI hingga tahun 2024 dilaksanakan melalui pembangunan kekuatan pokok minimum MEF TNI sesuai kebijakan pimpinan TNI. Guna mewujudkan kepentingan nasional, maka diperlukan kebijakan nasional yang terpadu antara kebijakan keamanan nasional, kebijakan ekonomi nasional dan kebijakan kesejahteraan nasional. Kebijakan keamanan nasional merupakan kebulatan dari kebijakan di bidang politik luar negeri, politik dalam negeri, serta pertahanan dan keamanan negara. Dengan demikian, implementasi kebijakan pertahanan negara merupakan bagian integral dan harus terintegrasi dengan kebijakan keamanan nasional.
Panglima TNI menyatakan upaya pembangunan postur TNI juga harus mencermati dinamika perkembangan lingkungan strategis yang berlaku saat ini sebagai faktor yang berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap kondisi pertahanan dan keamanan negara. Dinamika perkembangan lingkungan strategis global yang sedang berkembang saat ini diantaranya adalah, terorisme, HAM, lingkungan hidup, demokratisasi, senjata pemusnah massal, krisis ekonomi dunia, dan pembangunan kekuatan militer negara besar. Adapun dinamika perkembangan lingkungan strategis regional antara lain sengketa perbatasan negara, kejahatan lintas negara (perompakan, narkoba, perdagangan manusia, imigran gelap, perdagangan senjata illegal, illegal logging, illegal fishing), pelanggaran wilayah dan jaminan keamanan jalur perhubungan laut internasional, serta sengketa laut Cina Selatan.
Sementara itu, dinamika perkembangan lingkungan strategis nasional saat ini, antara lain: gerakan separatis bersenjata, konflik komunal, aksi teroris serta pelaksanaan pemilihan umum 2014. Kemungkinan kontinjensi yang terjadi adalah: gerakan separatis bersenjata, terorisme, keamanan wilayah perbatasan, konflik komunal, kejahatan lintas negara dan bencana alam.
Hadir pada acara tersebut Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, Komandan Sesko (Dansesko) TNI Marsdya TNI Ismono Wijayanto, Para Asisten Panglima TNI, segenap Kabalakpus TNI dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul SE. (puspen/r4)