Warga Tolak Plang Kawasan Bebas Prostitusi

Tidak ada komentar 113 views

Surabaya, (DOC) – Petugas pemasang plang pengumuman kawasan bebas prostitusi atau lokalisasi di Dolly-Jarak dibubarkan warga. Warga merasa tak pernah ada sosialsiasi, karena itu mereka menolak dan tetap akan membuka Dolly dan Jarak.
Ratusan massa front pekerja lokalisasi (FPL) bersama warga Kelurahan Putat Jaya ramai-ramai menggagalkan pemasangan pelang di area lokalisasi oleh Pemkot Surabaya, Jumat (25/7/2014).
Seperti diinformasikan, petugas Satpol PP akan memasang plang bertuliskan kawasan bebas prostitusi atau lokalisasi. Papan pengumuman yang sedianya dipasang di tiga titik di kawasan Dolly-Jarak ini pun akhirnya urung dilakukan. Pasalnya massa memaksa mundur truk pengangkut tiga plang pengumuman besar tersebut.
Petugas gabungan Satpol PP Surabaya bersama Garnisun serta beberapa personil polisi tak mampu menahan luapan kemarahan massa. Satpol pp tunggang langgang menghindari bentrokan dengan warga.
Belum puas mengusir petugas, massa kembali melabrak kantor kelurahan Putat Jaya. Massa dihadang petugas saat hendak merangsek kedalam kantor kelurahan. Massa akhirnya melampiaskan kemarahan di pendopo kelurahan meminta untuk bertemu kepala kelurahan.
Kepala kelurahan Putat Jaya yang akhirnya mendatangi kerumunan massa tidak dapat memberikan penjelasan soal pemasangan plang tersebut. Ia hanya berdalih bahwa itu sudah menjadi program pemerintah kota. “Kalau kalian kecewa dan tidak sepakat dengan program tersebut silahkan menuntut pemerintah,” kata Lurah Putat Jaya Bambang Hartono.
Mosi penolakan pemasangan pelang pengumuman tersebut karena warga merasa tidak mendapat sosialisasi terkait pemasangan pelang tersebut. Apeng, salah satu pengurus FPL mengatakan mestinya pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan plang. Apeng menegaskan bahwa wisma-wisma tetap akan beroperasi pasca lebaran.
“Setelah lebaran nanti wisma akan beroperasi kembali,” tegasnya. (r4)