17th ASEAN-Republik of Korea Dialogue Digelar di Surabaya

Surabaya, (DOC) – Surabaya kembali menjadi tuan rumah pertemuan bertaraf internasional, yaitu Pertemuan Tingkat Pejabat ASEAN dan Korea Selatan (17th ASEAN-Republik of Korea Dialogue) yang akan dilaksanakan tanggal 10-11 Juni 2013. Selain memiliki fasilitas internasional, Surabaya memiliki jalinan kerjasama Sister City sejak tahun 1994 dengan Kota Busan, Korea Selatan. Hal tersebut disampaikan H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dirjen Kerjasama ASEAN (KSA),Kemterian Luar Negeri RI saat jumpa pers di Hotel J.W. Marriot, Senin (10/6).
Dirjen KSA juga menegaskan bahwa Indonesia memegang peranan penting sebagai negara koordintor kerja sama ASEAN-KORSEL periode 2012-2015. dalam hal ini, Dirjen KSA dan wakil Menlu Korsel, H.E. Lee Kyung-Soo, akan bertindak sebagai ketua bersama dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini menitikberatkan pada peningkatan kerjasama meliputi upaya mendorong implementasi dari kemitraan strategis ASEAN-Korsel. Disamping itu, rencana aksi yang akan dilakukan yakni mendorong pengembangan kerjasama Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Konektifitas infrastuktur dan information and communication technology (ICT), penggunaan teknologi ramah lingkungan, pendidikan, pertukaran pemuda, media dan budaya, pengembangan SDM, lingkungan dan perubahan iklim. “Saat ini juga sedang diupayakan pemanfaatan [enuh dari ASEAN-Korea free trade agreement (AKFTA) guna mencapai target nilai perdagangan sebesar USD 150 milliar pada tahun 2015,” jelasnya.
Menurut Agung, dari sisi ekonomi dan perdagangan, total perdagangan ASEAN-Korsel pada tahun 2011 meningkat menjadi US$ 124,5 milliar. Ekspor ASEAN ke Korsel meningkat 30,9% dengan total US $ 58,9 milliar dan impor ASEAN dari Korsel juga meningkat 22,3% dengan total US$ 65,6 milliar. Korsel merupakan mitra dagang ASEAN terbesar ke-5 dan ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ke-2 bagi Korsel.
“Kemitraan ASEAN dan Korsel pertama kali dibentuk pada bulan november 1989 dan resmi menjadi mitra wicara penuh ASEAN pada bulan Juli 1991. Saat ini, kerjasama kemitraan ASEAN-Korsel telah mencapai tingkat strategis, salah satunya tercermin dari pembukaan kantor misi Republik of Korea (ROK) untuk ASEAN di Jakarta sejak tanggal 29 Oktober 2012.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Kota Surabaya, Ifron Hady Susanto mengatakan sangat menyambut baik Surabaya dipilih menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN-Korea Dialogue. Ia mengatakan bahwa pertemuan ini untuk membahas pembentukan masyarakat ASEAN, spserti yang telah dilakukan Uni Eropa. “jadi, nantinya hambatan ekonomi, perdagangan dan investasi tidak akan terjadi. Karena, jalurnya dan prosedurnya akan tambah dipermudah,” ucapnya.
Ifron menambahkan momentum ini bagi Surabaya sebagai Kota Terbesar di Indonesia bisa mengambil peran. Yakni dengan memberikan kepercayaan kepada para investor Korsel untuk mau menginvestasikan modalnya di Surabaya. Walaupun, Surabaya telah melakukan sister city dengan Busan Korea. “Kita berharap melalui pertemuan ini kita bisa lebih mengenalkan Surabaya di Tingkat Internasional terutama di ASEAN dan Korsel. Surabaya sendiri merupakan barometer perdagangan di Indonesia timur,” tukasnya. (r4)