2 Parpol di Surabaya Nyaris Gagal Ikut Pemilu

Tidak ada komentar 135 views

Surabaya,(DOC) – Hari terakhir penyerahan revisi data para caleg dari 12 parpol peserta pemilu di KPU Surabaya, Rabu(22/5/2013), beberapa partai peserta pemilu masih disibukan dengan kelengkapan syarat administrasi para bacalegnya yang harus direvisi.
Berdasarkan pantauan Parpol yang menyelesaikan syarat administrasi di detik terakhir ini, yaitu Hanura, PKPI, Nasdem dan PBB.
Namun, hingga batas waktu penyerahan data revisi daftar calon sementara ke KPU, jam 16.00 WIB, semua kelengkapan syarat administrasi bisa terpenuhi keseluruhan.

Edward Dewaruji komisioner KPU Surabaya menyatakan, syarat administrasi berupa legalisir ijazah asli dan kelengkapan data diri lainnya memang harus dilengkapi, sebelum KPU memproses nama-nama bacaleg parpol peserta pemilu ke dalam daftara calon sementara(DCS), yang akan di umumkan sebulan lagi.

Dalam masa revisi administrasi ini, menurut Edward, nomer urut dan nama caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi dewan, masih bisa di utak-atik serta dipindah-pindah.”Boleh saja jika parpol akan merubah susunan daftar caleg saat masa revisi. namun setelah ini, parpol sudah tidak boleh lagi,”kata Pria yang akrab dipanggil Tetet ini.

Ia menambahkan, molornya beberapa parpol untuk menyerahkan revisi syarat adminitrasi ini, masih dimaklumi, karena banyak caleg harus melegalisir ijazah aslinya ke sekolah asal yang berada di luar kota Surabaya.
“Masalah legalisir ijazah memang yang membuat parpol ini ribet, karena harus menunggu para calegnya menyerahkan legalisir ijazah asli. Tetapi masalah itu, masih belum seberapa. Kemarin, hampir saja KPU mengembalikan daftar caleg partai Hanura dan PKPI,” terangnya.

Memang masalah internal yang dialami oleh partai Hanura dan PKPI Surabaya, dianggap oleh Edward, sangat pelik dan DCS-nya rawan sekali untuk di tolak oleh KPU.
Edward menjelaskan, Partai Hanura Surabaya, sehari sebelum batas akhir penyerahan revisi data caleg, belum dipilih ketua DPC Hanura Surabaya secara defenitive yang mempunyai kewajiban menandatangani DCS. Sementara PKPI Surabaya terdapat 2 kepengurusan pimpinan cabang yang sama-sama mengajukan daftar nama caleg ke KPU.
“ya untung sekarang sudah selesai semua. Partai Hanura langsung menggelar musyawarah cabang untuk memilih ketua definitive. Sementara PKPI, terpaksa KPU menyoret salah satu kepengurusan yang diakui PKPI Pusat,” kata Edward.

ia menambahkan, saat KPU melakukan verivikasi factual, DPP PKPI menyatakan bahwa Muhammad B. Tri Bramantio yang mendapat rekomendasi sebagai ketua DPC PKPI Surabaya.(r7)