2 Pasangan CHJ Meninggal saat menuju Asrama Haji

Tidak ada komentar 169 views

Surabaya (DOC) – Empat jemaah haji yang merupakan dua pasangan suami istri batal berangkat ke tanah suci . Menurut Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya, Sutarno Pertowiyono, Rabu (17/10), dua jemaah pasangan suami istri kloter 72 asal Situbondo yang semestinya berangkat pagi tadi Pk. 01. 05 WIB, akhirnya gagal berangkat, karena Yati hidayati bin Saifudin Alwi istri dari salah satu pasangan jemaah tersebut diketahui hamil 8 minggu. “Satu orang hamil diketahui oleh tim kesehatan, jadi tidak bisa berangkat. Otomatis suaminya mengikuti” jelasnya. Sesuai aturan, calon jemaah jika dalam mkondisi hamil bsia berangkat minimal usia kandungannnya 14 minggu. Sementara, dua calon jemaah haji lainnnya dari kloter 73 asal Banyuwangi yang juga pasangan suami istri terpaksa membatalkan keberangkatan, karena suami yang bernama Sucipto meninggal dunia Sekitar Pk. 02.00 pagi tadi dalam perjalanan menuju asrama haji sukolilo Surabaya.”Begitu suaminya meninggal, istri langsung balik ke Banyuwangi mengikuti jenazah suaminya” tandas Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya. Sutarno menambahkan meninggalnya calon jemaah haji asal Rogojampi Banyuwangi diduga akibat penyakit jantung. Karena batal berangkat, dua pasangan calon jemaah haji tersebut dipastikan akan berangkat haji tahun depan. “Jika uangnya tidak diambil, maka akan berangkat haji tahun berikutnya “ terangnya. Keluarga Jemaah yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan asuransi sekitar 33 juta rupiah. Sejak berangkat dari daerahnya, hingga pulang dari tanah suci seluruh jemaah haji mendapatkan jaminan asuransi.

Sementara untuk jadwal keberangkatan jemaah haji hari ini, satu kloter yang berangkat ke tanah suci, yakni kloter 72 asal Situbondo. Sedangkan, calon jemaah haji yang dating ke asrama haji kloter 73 dari Banyuwangi, kloter 74 asal banyuwangi dan Surabaya dan kloter 75 yang seluruhnya jemaah asal Surabaya.(K-4/R7)