Staff Khusus Sutan Bhatoegana di Cekal Keluar Negri

Jakarta,(DOC) – Dua orang saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan SKK Migas dipastikan tak dapat berpergian ke luar negeri. Hal tersebut menyusul pencegahan yang dikeluarkan Direktorat Jendral Imigrasi KemenkumHAM atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dua saksi yang dicegah itu yakni Iryanto Muchyi selaku staf khusus anggota DPR RI, Sutan Bathoegana dan Pegawai SKK Migas Ayodhia Bellini Hendriono. Keduanya dicegah pergi ke luarnegeri terkait penyidikan tersangka Rudi Rubiandini dan Deviardi. “Berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan TPK SKK Migas dengan tersangka RR dan D,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di kantornya, Jakarta (29/11/2013).
Menurut Johan, keduanya dicegah sejak tanggal 28 November 2013. “Pencegahan berlaku untuk 6 bulan ke depan,” jelasnya. Sebelumnya, nama politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana muncul dalam dokumen berita acara pemeriksaan Rudi Rubiandini di KPK. Sutan disebut pernah meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Rudi, yang kala itu menjabat Kepala SKK Migas.
Dokumen itu menyebutkan, Sutan menghubungi Rudi dan ‘memalak’ Rudi dengan dalih meminta THR Untuk anggota Komisi VII DPR, pada awal Puasa 2013. Tak hanya itu, Sutan juga disebut kerap mengajak Rudi untuk bertemu. Dokumen itu mencatat, pertemuan antara Sutan dan Rudi digelar di sejumlah tempat, seperti,Pacific Place, Bellagio dan Plaza Senayan.‎ Bahkan Sutan pun pernah mengenalkan kepada Rudi seorang pengusaha yang mengklaim pernah ikut tender di SKK Migas.‎
Sementara itu, mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini membenarkan pernah menyetor uang sebanyak 200 ribu dolar AS ke Komisi VII DPR. Uang itu diberi Rudi melalui pelatih golfnya Deviardi untuk Tunjangan Hari Raya para anggota Komisi VII yang diminta Sutan Bathoegana. “Saya sampaikan 200 ribu dolar AS ke komisi VII. Periode pertama THR itu sudah saya serahkan ke seseorang bernama Tri Yulianto,” kata Rudi bersaksi untuk komisaris Kernel Oil Indonesia Simon Tanjaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Sutan sendiri mengaku sering komunikasi dan melakukan dengan Rudi sebagai mitra DPR. Namun, dia membantah soal uang THR itu.(co/r7)