Kucurkan 200 Juta Untuk Lestarikan Ludruk Karya Budaya

Surabaya, (DOC) – PT PLN (Persero) Distribusi Jatim menilai seni budaya tradisional harus terus dilestarikan, sehingga pembinaan terhadap kesenian asli Jawa Timur akan diwujudkan.
Dana Corporate Sosial Responsibility(CSR) sebesar Rp. 200 juta, rencananya akan digunakan secara bertahap untuk menghidupkan kembali kesenian Ludruk di Jawa timur.

Kelompok kesenian Ludruk yang dipilih untuk menerima dana bantuan yaitu Ludruk Karya Budaya Mojokerto. Kelompok Ludruk ini, dianggap bisa memberi inspirasi bagi kelompok Ludruk lainnya.

Manager komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN Distribusi Jatim, Noerdajanto,menjelaskan, bantuan CSR yang ditujukan untuk seni tradisional jatim ini, sengaja dititik beratkan pada kenyataan kelestarian Ludruk yang kini se-akan mati suri.
” Siapa lagi yang peduli terhadap kesenian tradisional jika bukan dari perusahaan yang memiliki kepedulian seperti yg dilakukan PLN. Kami berharap perusahaan lain maupun BUMN lainnya memiliki kepedulian yang sama dalam upaya menghidupkan seni tradisional ini, sehingga kesenian semacam Ludruk, Reog dan lainnya tidak diklaim sebagai seni budaya negara lain,” ujar Noerdajanto, Kamis(31/01/2013).

Selain bantuan uang, PLN juga akan melakukan pendampingan manajemen agar lebih baik lagi. “Dari dana CSR, Rp 200 juta, diberikan Rp 30 juta dulu. Uangnya sudah diserahkan pada Desember 2012 lalu,”kata Noerdajanto.

Bantuan sosial yang diberikan PLN terhadap seni budaya tradisional Ludruk ini merupakan kali kedua. Sebelumnya tahun 2012 dana CSR sebesar Rp 150 juta dikucurkan secara bertahap untuk pembinaan terhadap kesenian Reog Ponorogo Singo Mangkujoyo Jl Gubeng Kertajaya V.

Dengan dilakukannya pembinaan tersebut, kini Reog Ponorogo Singo Mangkujoyo sudah melalang buana tampil diberbagai event. Diharapkan kelompok kesenian Ludruk ini, bisa meniru keberhasilan tersebut.

“Kami yakin, Ludruk akan tumbuh menjadi lebih besar dan bertahan diantara seni budaya dari negara lain. Dan masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur masih suka menonton ludruk,”cetus Noerdajanto.

Sementara itu, pimpinan Ludruk Karya Budaya Mojokerto, Eko Edy Susanto menganggap berkah atas bantuan yang diberikan PLN. Menurutnya, dana CSR, rencananya akan digunakan untuk perbaikan lighting, pembelian genset, dimmer (tata lampu), kaos pengrawit dan honor pelawak.

“Alhamdulillah ini diluar dugaan mendapat bantuan dari PLN. Mimpi yang sebenarnya dan akan memacu kami insan seniman ludruk untuk bangkit dan berusaha untuk hidup lagi,” ujar pria yang akrab dipanggil Edi Karya.(dhani/R7).