2000 Prajurit TNI Ikuti Apel Siaga Pemilu

Tidak ada komentar 184 views

Jakarta, (DOC) – Sebanyak 2000 prajurit TNI mengikuti Apel Siaga Pemilu tahun 2014 di lapangan Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (9/4/2014). Apel Siaga dipimpin langsung olehPanglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Irjen TNI, para Asisten Panglima TNI, Koorsahli Panglima TNI dan segenap Kabalakpus di lingkungan Mabes TNI dengan Komandan Apel Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mabes TNI Kolonel Laut (S) Dr. Ivan Yulivan.
Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam arahannya mengatakan bahwa Panglima TNI telah menetapkan Hari Siaga untuk seluruh Prajurit TNI se- Indonesia, karena pada hari ini negara Indonesia tengah melaksanakan pesta demokrasi untuk pemilihan legislatif. Saat ini adalah sebuah proses transisi demokrasi. Untuk itu, TNI memiliki tekad kuat membantu, mendorong agar proses demokrasi dapat berjalan dengan baik.
“TNI juga memiliki tugas mengawal jalannya demokrasi dan mengamankan demokrasi. TNI dituntut pada posisi netral, tidak terlibat dalam politik praktis dengan cara apapun dan hal tersebut sudah disadari pada diri seluruh prajurit TNI”. Ungkap Panglima TNI.
Pada momen itulah, Panglima TNI ingin menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh Prajurit dalam kontek mengamankan jalannya demokrasi . TNI bersama Polri mengambil peran yang sangat strategis untuk mengamankan. Untuk itu, Panglima TNI memerintahkan kepada Satuan TNI siaga penuh. Saat ini telah digelar sebanyak 35.020 prajurit pada posisi lapis pertama yang menempel di kepolisian. Sementara itu, pada lapis kedua TNI memiliki Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dalam kondisi siaga operasional yang dalam hitungan menit siap digerakkan. Pada lapis ketiga posisi prajurit berada di home base mereka juga melaksanakan siaga penuh dan setiap saat dapat dimobilisasi, termasuk semua prajurit yang siaga di tempat masing-masing.
Panglima TNI berharap dalam konteks mengamankan jalannya demokrasi, TNI sesungguhnya dibangun untuk menghadapi ancaman dari luar, tetapi prajurit TNI tidak menginginkan pada kelompok tertentu yang berbuat sesuatu dan pada akhirnya menciptakan situasi tidak stabil. Apabila itu terjadi, TNI memiliki tekad yang kuat dengan segala resiko apapun, TNI akan mengambil langkah dalam menyelamatkan bangsa dan negara ini. Panglima TNI memerintahkan agar para prajurit untuk tidak ragu ragu dalam menghadapi situasi yang berkembang di lapangan, bagaimana posisi TNI dalam mengawal demokrasi, mengamankan demokrasi, bangsa dan negara. (puspen/r4)