Buka Pendaftaran Cagub-Cawagub Gratis

Tidak ada komentar 204 views

Surabaya, (DOC) – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak memungut biaya sepeser pun bagi pendaftar kandidat calon gubernur (cagub) – calon wakil gubernur (cawagub). “Kami tidak memungut biaya pendaftaran. Gratis, untuk siapapun, kader atau non kader sekalipun,” kata Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPD PDI Perjuangan Jatim, Ir Suhandoyo SP.

Pendaftaran untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim Periode 2013-2018 di PDI Perjuangan ini mulai tanggal 10 sampai 24 November 2012. Selama dua minggu pendaftaran dibuka, pihaknya berharap sekurang-kurangnya ada 4 cagub yang mendaftar.

“Jika kurang dari itu, kami akan memperpanjang masa pendaftaran selama seminggu lagi,” kata pria yang juga anggota DPRD Jatim ini.

Untuk persyaratan formil bagi pendaftar, DPD Jatim juga mematok kriteria yang relatif sederhana. “Kader sendiri bisa, non kader juga bisa. Kader dari partai manapun juga kami persilakan mendaftar. Syarat formilnya sederhana saja, harus warga negara Indonesia, lulusan SLTA-pun tidak masalah,” jelas Suhandoyo.

Khusus untuk kader, lanjut Suhandoyo, siapapun boleh mendaftar kecuali kader yang bertugas menjadi pimpinan dewan. “Meski tidak boleh mendaftar, kader yang menjadi pimpinan dewan bisa saja dicalonkan jika kemudian ada penugasan dari partai. Itu sesuai aturan di internal partai, yakni SK 031A,” ujarnya.

Pada konteks ini Suhandoyo menyontohkan Timbul Prihanjoko, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo yang kemudian menjadi calon wakil bupati setempat. Semasa proses penjaringan dan penyaringan, mulai dari pendaftaran hingga verifikasi, pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo itu tidak ikut mendaftar maupun diverifikasi tim penjaringan-penyaringan.

“Namun karena ada penugasan dari partai untuk Pak Timbul, sesuai SK itu, mau tidak mau beliau harus ikut dalam pilkada. Kejadian seperti di Kabupaten Probolinggo hanya sedikit,” terangnya.

Soal dipilihnya 10 November untuk menjaring cagub-cawagub Jatim bukan tanpa alasan. Tanggal bersejarah itu dipilih dengan harapan cagub-cawagub yang terjaring nantinya mampu mengemban nilai-nilai kepahlawan.

“Sosok yang berjuang tanpa pamrih serta pengabdi yang ikhlas dan tulus untuk rakyat kecil,” jelas Suhandoyo. (mc/r4)