28 Televisi Lokal Jatim Kena Sangsi

Tidak ada komentar 184 views

Surabaya , (DOC) – Sekitar 2048 lebih program televisi(TV) yang masuk dalam daftar pelanggaran dan menjadi kajian pihak komisi penyiaran Indonesia. Tayangan TV tersebut bukan saja untuk tingkat nasional, namun juga TV lokal termasuk Jawa Timur.
Di Jawa Timur sendiri, terdapat 70 lebih TV lokal yang eksis dan menyiarkan program programnya sendiri. Menurut Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi Jawa Timur – Fajar Arifianto, dari 70 TV yang menyiarkan program sendiri tersebut, 48 diantaranya menjadi pantaun KPID jatim karena programnya terindikasi melanggar.
“kita hanya memantau program TV lokal di Jawa Timur saja selama setahun ini, jumlah pelanggaran 2048 di filter menjadi 48 pelanggaran.” Kata Fajar, usai mengikuti seminar “Pengarustamaan gender” di Hotel Garden Palace, Jumat(14/12/12).
Mantan praktisi media elektronik ini, menjelaskan, indikasi pelanggaran yaitu tayangan program yang bisa berpengaruh pada meningkatnya pronografi, kekerasan, adegan merokok, dan perlindungan serta kesopanan. “Sampai hari ini, KPID telah memberikan sanksi kepada 28 telivisi lokal yang mempunyai program program tesebut. Sangsi berupa teguran untuk memperbaiki kwalitas. Bila masih melanggar, maka KPID akan menghambat proses perizinannya, dengan memberi raport merah kepada pemerintah.”ujar Fajar.
Lebih lanjut Fajar Arifianto menambahkan, sebenarnya fungsi kontrol tayangan program TV, juga tanggung jawab masyarakat sebagai audience yang bisa memfilter tayangan tayangan yang membawa dampak buruk.
“sederhana saja, Televisi juga butuh masyarakat sebagai pemirsa, untuk itu harusnya masyarakat kritis terhadap tayangan program yang buruk, terutama terhadap anak – anak.” Tegas fajar.
Selain itu, KPID Jatim juga akan berencana membentuk tim pemantau yang melibatkan masyarakat dari kalangan akademisi dan kelompok lainnya. Mereka akan memberi masukan ke KPID atas hasil pantauannya terhadap program tayangan televisi lokal.
“kami juga membutuhkan masyarakat untuk mengkritisi tayangan televisi. Sehingga kita akan bentuk tim pemantau dari kalangan akademisi atau yang lain. Masukan mereka nanti akan dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam memberikan raport saat pemilik memperpanjang perizinan siaran tv, setiap 10 tahun sekali.” Imbuh-Nya
Sementara itu, Nina Sukarwo Ketua tim penggerak PKK se – Jawa Timur, juga turut menjadi salah satu narasumber seminar, bersama nara sumber lainnya dari praktisi media televisi pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Istri Gubenur Jawa Timur – Sukarwo ini, mengaku setuju atas rencana KPID Jatim yang berencana menggalakkan kembali program mematikan TV selama 2 jam setiap hari, di tahun mendatang. Selain akan disosialisasikan kemasyarakat, Program tersebut juga akan di usulkan ke dewan agar di Perda kan.
“pengaruh televisi ini cukup hebat terutama pada anak-anak hingga mereka malas belajar dan menirunya. Untuk itu tim PKK akan mendukung program itu dan mensosialisasikan ke masyarakat. Bahkan nanti kita usul kepemerintah agar dijadikan peraturan daerah.” Ucap Nina saat di tanyai oleh Wartawan.(R7)