3 Wisma di Lokalisasi Tambakasri Tutup

Tidak ada komentar 657 views

Surabaya (DOC) – Upaya Gubernur Jatim Soekarwo untuk ‘membersihkan’ kawasan prostitusi di Surabaya tampaknya bakal terwujud. Apalagi, beberapa wisma pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi mulai terkikis. Terbaru, tiga wisma di Tambakasri, Wisma Gembira, Wisma Nusa Indah dan Wisma Nusa II, hampir pasti ditutup.
Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Surabaya , Supomo. “Benar, di sana ada penutupan tiga wisma. Kini, para PSK-nya sudah pulang. Rencananya tiga wisma ini akan dijadikan rumah tangga biasa,” ujar Supomo, Minggu (14/10).
Menurut dia, sebetulnya penutupan itu akan dilaksanakan minggu lalu, namun diundur akhir minggu ini. Rencananya, penutupan wisma akan digelar dengan acara tasyukuran. Namun rencana itu dibatalkan sementara. “Diundur sampai menunggu Bu Wali bisa hadir. Kapan? Saya belum bisa menentukan waktunya,” tutur mantan Camat Kenjeran ini.
Tiga wisma tersebut sebelumnya memiliki 11 PSK. Dalam perjalanannya, ada PSK yang bersedia dipulangkan, ada pula PSK yang pulang dengan sendirinya. Karena sudah tidak ada aktivitas, Pemkot melobi agar tiga wisma ini tutup permanen. Bahkan pemkot sudah siap mengelola wisma ini dengan mengalihfungsikan sebagai tempat Pendidikan Alquran (TPA). Pilihan lain, wisma itu akan digunakan sebagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Pemilik bangunan memang menyetujui penutupan permanen. tetapi menolak bangunan tersebut disewa Pemkot. “Katanya mau dijadikan rumah tangga biasa,”jelas Supomo.
Sementara Camat Krembangan Sumarno menjelaskan pihaknya terus berupaya agar wisma-wisma di Tambakasri berubah peruntukan. Apalagi, dari tahun ke tahun jumlah wisma di kawasan ini terus menurun. “Saya tidak hafal jumlahnya, tapi sekarang tinggal 50-an,” katanya.
Upaya itu dilakukan dengan melakukan pembinaan terhadap PSK. Selain itu, melalui Dinsos, Pemkot memberikan perhatian dengan membekali PSK dengan ketrampilan. Tujuannya, jika mereka mentas dari dunia hitam, ketrampilan yang didapat bisa dijadikan bekal untuk bekerja.
Menyikapi masalah ini Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, kabar baik ini jangan sekadar kamuflase. Artinya, jangan sampai ada penutupan wisma di satu tempat, tapi berdiri wisma baru di tempat lain atau para PSK-nya berpindah ke wisma lain di sekitarnya.
Kalau hal itu sampai terjadi, lanjutnya, tutupnya tiga wisma itu menjadi sesuatu yang tidak ada artinya. “Kami, harapkan kejadian ini bisa diikuti wisma di lokalisasi lain dan tidak menimbulkan masalah baru di tempat lain,”tandasnya. (R-12/R-4)