342 CPNS Pemkot Terima SK Walikota

Tidak ada komentar 165 views

Surabaya, (DOC) – Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) berarti harus siap menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut diutarakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan pengarahan kepada ratusan penerima SK Calon PNS (CPNS) di Graha Sawunggaling, Selasa (18/2).
Walikota menyatakan, zaman dulu menjadi PNS berarti harus dihormati dan mendapat keistimewaan karena bertindak selaku pejabat negara. Berbeda dengan apa yang terjadi pada era sekarang. Paradigma tersebut sudah tidak berlaku. Menurut Risma -sapaan Tri Rismaharini-, menjadi PNS sama artinya dengan pelayan masyarakat. Untuk itu, aparatur negara dituntut sanggup memberikan pelayanan terbaik.
Dikatakan walikota, setiap orang yang berhasil lolos seleksi CPNS mendapat kesempatan berharga. Pasalnya, di luar sana banyak yang ingin menjadi PNS namun belum kesampaian. “Makanya, kesempatan yang datang ini hendaknya jangan di sia-siakan, berikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Khusus bagi CPNS formasi guru, walikota menilai bahwa beban guru saat ini jauh lebih berat. Tenaga pendidik dituntut menyiapkan generasi muda dalam menghadapi ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) atau perjanjian zona perdagangan bebas Asia Tenggara yang mulai berlaku tahun depan. Tujuannya supaya anak-anak Surabaya tidak kalah bersaing menghadapi tantangan global.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat. Selamat bekerja, masyarakat sudah menunggu hasil kerja kalian,” pesan Risma.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya Mia Santi Dewi, menjelaskan, sebanyak 342 surat keputusan (SK) CPNS diserahkan dari total 375 formasi umum tahun 2013. Hal tersebut dikarenakan ada 9 formasi kosong karena tidak ada peserta yang lulus passing grade dan 24 peserta mengundurkan diri lantaran diterima sebagai CPNS di daerah lain.
Adapun rincian penerima SK CPNS yakni tenaga strategis sebanyak 65 orang, tenaga pendidikan 180 orang, serta tenaga kesehatan 97 orang. Sedangkan, berdasarkan golongan terdiri atas 210 orang golongan III dan 132 orang golongan II. “Penempatannya disesuaikan kebutuhan organisasi sesuai formasi jabatan. Ada yang guru kelas, guru BP, di rumah sakit, puskesmas, maupun di dinas-dinas,” ujarnya.
Yang menarik, diantara seluruh formasi CPNS tahun ini, Pemkot Surabaya merekrut sejumlah tenaga lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Mia mengatakan, mereka ditempatkan sebagai tenaga operasional di beberapa dinas seperti Dinas PU Bina Marga, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Dinas Perhubungan.
Kendati mendapat tambahan tenaga, pemkot tetap merasa hal tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan kebutuhan jumlah pegawai. Sebagai gambaran, rata-rata jumlah PNS yang pensiun per tahun mencapai 700 orang. Angka itu tentu tidak sebanding dengan CPNS yang baru direkrut. Di sisi lain, beban kerja pegawai cenderung malah meningkat. “Oleh karenanya, mau tidak mau pemkot berupaya melakukan langkah efektifitas beban kerja pegawai. Beberapa kelurahan dimerger. Dengan demikian tidak membutuhkan pegawai yang banyak,” pungkas mantan Kepala Bidang Mutasi di BKD ini. (r4)