Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Terus Menurun Berkat Program E-Tilang CCTV

foto ; Statistik jumlah penurunan pelanggaran lalu lintas e-tilang

Surabaya,(DOC) – Sosialisasi elektronik tilang (e-tilang) melalui CCTV yang digalakkan pemerintah kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya semakin berbuah hasil positif.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya sejak disosialisasikan awal September jumlah perlanggaran ada 447 perhari, setelah berjalan lima hari dari tanggal 1-5 September jumlah pelanggaran menurun menjadi 89 seper-dua belas jam.

Robben Rico Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan kota Surabaya mengatakan, sejak dimulainya sosialisasi e-tilang, jumlah pelanggaran lalu lintas menurun dari kisaran 427 pelanggaran menjadi 447 pelanggaran perhari.

Ia mengatakan, rata-rata per 12 jam, penurunan angka pelanggaran lalu lintas bisa mencapai 89 pelanggaran.

“Artinya kan setelah dilakukan sosialisasi oleh teman-teman media baik elektronik maupun cetak, kemudian teman-teman kepolisian melakukan action, melakukan teguran dengan mengirim surat ke rumah warga, kemudian kami juga mengekspos ke media sosial. Efeknya lumayan cukup besar untuk menurunkan angka pelanggaran, ” terang Robben, ketika ditemui diruang SITS Bratang, Selasa(12/9/2017).

foto ; ruang pantau STIS Bratang Surabaya untuk e-tilang CCTV

Untuk daerah rawan kecelakaan, menurut Robben, jumlahnya sangat banyak, terutama didaerah persimpangan yang banyak terjadinya pelanggaran. Saat ini Dishub dan pihak kepolisian tengah memetakan lokasi persimpangan jalan.

“Posisinya kita pasang CCTV berdasarkan titik-titik itu. Menurut teman-teman kepolisian, ini perlu atensi khusus,” jelasnya.

Dalam proses uji coba ini, Dishub dan kepolisian juga tengah mempersiapkan standard operasionalnya (SOP,red) dari segi teknis pelaksanaan termasuk regulasinya.

“Oktober ini rencana akan kita pasang di jalan raya Darmo arah masuk kota, kemudian raya Darmo arah keluar kota,” imbuhnya.

Program e-tilang berbasis CCTV ini akan berlanjut keseluruh persimpangan jalan se Surabaya. Titik rawan kecelakaan dan pelanggaran nantinya akan menjadi prioritas pelaksanaan program ini.

” Karena anggarannya terbatas, jadi dilakukan ‘step by step’. Kita tidak ingin tergesa-gesa sambil menyiapkan mekanismenya,” pungkasnya.(adv)