Surabaya Peduli Lansia

Tidak ada komentar 194 views

Surabaya (DOC) – Setelah dua kali meraih penghargaan  sebagai Kota Layak Anak, Pemkot Surabaya kini berupaya mewujudkan obsesi lain menjadikan Surabaya sebagai Kota layak Lansia. Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono, Jumat (5/9) mengatakan, kepedulian pemerintah kota terhadap masyarakat, termasuk para lansia telah nampak, meski belum seratus persen.

Selama ini program yang menunjukkan kepedulian terhadap lansia, diantaranya dengan pemberian makanan tambahan, pelayanan kesehatan lansia, dan rekreasi lansia yang dilakukan di dalam kota. Nantinya, layanan terhadap lansia diperluas dengan memberikan fasilitas khusus saat berobat ke rumah sakit pemertintah dengan mendirikan loket tertentu agar mereaka cepat mendapatkan pelayanan kesehatan,  serta memberikan ruang  diskusi bersama. Fasilitas tersebut menindaklanjuti keinginan para lansia.

“Selama ini para lansia menghendaki adanya fasilitas yang bisa diggunakan untuk diskusi bersama” jelas Anggota Fraksi PDIP.

Baktiono menegaskan , pada dasarnya para lansia ini telah ikut terlibat menetapkan pembangunan  kota atau negara ke depan. Oleh karena itu mereka perlu diajak dalam program diskusi bersama di Bapeko.   Dengan berbagai fasilitas yang dipenuhi untuk para lansia, Pemkot Surabaya berobsesi merealisasikan Surabaya sebagai kota layak lansia. Namun, lebih dari itu kalangan dewan justru mengharapkan, Surabaya menjadi  kota yang peduli terhadap lansia.

”Mereka mengusulkan Kota Layak Lansia, tapi kami menginginkan Kota peduli lansia, karena artinya  lebih mendalam” terangnya. Baktiono berharap, nantinya proram pelayanan yang dijalankan di sejumlah SKPD memfaslitasi para lansia.”Tinggal merangkul 75 persen program di pemkot yakni di Dinas social, Dinas pemuda dan Olahraga, Bapemas, Dinas kesehatan mengkover program lansia” tambah bendahara DPC PDIP Surabaya ini. Program Surabaya Peduli Lansia akan diatur dalam Perda. Sebelum  dibahas di dewan, saat ini  masih dilakukan kajian akademis dari UI dan Ubaya.

Baktiono mengatakan dengan kekuatan APBD 2012 yang mencapai 5,1 T diperkirakan  bisa mengkover kebutuhan para lansia. Program yang berjalan selama ini menurutnya hanya menjangkau lansia kelas menengah ke bawah.

“Kita harapkan nantinya bisa menjangkau kelas menengah ke atas. Pemkot harus melakukan pendekatan ke kalangan ini” tandasnya. Jika seluruh lansia mampu dijangkau oleh program pemeritah kota,  memudahkan mereka untuk bisa saling berinteraksi. (K4/R9)

Tag: