5 RW Sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak Tolak Mendirikan TPS

Surabaya,(DOC) – Gugatan Class Action yang akan diajukan Para Pekerja Seks Komersial Dolly, Mucikari dan Warga Putat Jaya ke pemerintah kota(Pemkot) Surabaya, dianggap masih belum cukup kuat menahan program penutupan lokalisasi Surabaya Dolly dan Jarak. Warga Kelurahan Putat Jaya berencana memboikot pelaksanaan Pemilihan Presiden(Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang, dengan menolak mendirikan Tempat Pemungutan Suara(TPS).
Kurang lebih terdapat 5 RW disekitar lokalisasi Dolly dan Jarak, yang menyatakan siap mendirikan TPS untuk pelaksanaan Pilpres 2014. Hal ini sebagai ‘kompensasi’ atas penutupan Dolly. Warga setempat menolak penutupan itu, karena imbas dari penutupannya membuat warga dimiskinkan.
Ditegaskan salah satu anggota Front Pekerja Lokalisasi (FPL) Suroso, pihaknya tegas menolak penutupan itu. “Jika tetap ditutup, warga melawan. Kami siap menolak pendirian TPS untuk Pilpres 2014, jika lokalisasi itu benar-benar ditutup. Ini sudah harga mati,” tegas Suroso.
Pihaknya akan segera merapatkan barisan soal ‘kompensasi’ atas penutupan Dolly. Dan tak menutup kemungkinan, banyak pula warga terdampak yang siap golput atau tak memilih siapapun. Bagi mereka, untuk apa memilih kalau pemimpin yang terpilih tak bisa melindungi nasib mereka.
“Penutupan itu tak melihat dampak terbesarnya. Banyak warga yang sangat bergantung dengan keberadaan lokalisasi itu. Apalagi janji untuk mensejahterakan warga terdampak hanya isapan jempol semata,” tegas Suroso. (r4/r7)