Kepercayaan Publik terhadap Institusi Kepolisian Melemah

 Hukum, Nasional

Rektor UGM, Prof Dr Pratikno MSocSc

Jogjakarta (DOC) – Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc menyatakan, konflik antara KPK dengan Kepolisian melemahkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, konflik tersebut melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian dan menumbuhkan sikap optimis masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Pratikno mengatakan, konflik tersebut semakin menjauhkan dari keadaan yang dibutuhkan dalam pemberantasan korupsi.

”Seharusnya pertarungan terjadi antara KPK dan Kepolisian) melawan koruptor,” kata
Pratikno dalam pernyataan sikap resmi UGM terkait perseteruan antara KPK dengan Polri di kantor Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) FH UGM.

Pratikno menambahkan, UGM sangat prihatin dengan pelemahan pemberantasan korupsi yang dimotori KPK melalui beberapa hal, yaitu rencana revisi UU KPK serta tekanan terhadap personel KPK. Melihat kondisi tersebut, maka UGM mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengambil langkah cepat dan tepat guna mendukung sepenuhnya KPK dalam pemberantasan korupsi.

Salah satunya, kata dia,  mengupayakan penguatan posisi KPK sebagai lembaga extra-ordinary yang dibutuhkan dalam pemberantasan kejahatan luar biasa seperti korupsi. UGM, kata dia, juga mendesak DPR menghentikan revisi UU KPK yang akan melemahkan kelembagaan KPK.

Sementara pengamat sosial-politik UGM Arie Sujito SSos MSi berharap agar Presiden SBY berani mengambil sikap untuk mendukung dan memperkuat KPK. Risiko tersebut, katanya, harus diambil Presiden untuk menyelamatkan rakyat.(r3/sm)