530 Pendonor Darah Dapat Penghargaan dari Gubernur

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan Satya Lencana pada 530 pendonor darah 75 kali se-Jawa Timur, Rabu (03/10) di Gedung Negara Grahadi. Ini merupakan prestasi kemanusiaan yang tak ternilai.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi para pendonor, karena orang yang paling baik di dunia ini adalah orang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo usai memberikan penghargaan kepada pendonor darah 75 kali.

Menurutnya, saat ini tidak mudah mendapatkan penghargaan seperti ini. Sebab mereka harus mencatat sebanyak 75 kali melakukan donor darah. Jika dalam setahun mereka mendonorkan darahnya 4 kali, maka dibutuhkan sekitar 20 tahun untuk mencapai angka tersebut. Angka pendonor darah semakin banyak karena tingkat  kesadaran  masyarakat Jatim ikut meningkat.  “ Mereka bisa melakukan itu dengan  hati dan ikhlas. Hal itu sangat membanggakan bagi Jatim, “ujarnya..

Dikatakan, produksi darah di Jatim dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pada tahun 2011, produksi darah Jatim sekitar 649 ribu kantung, yang digunakan sekitar  563 ribu kantung . Dan sisa  sekitar 87 ribu kantung akan dikirmkan ke luar propinsi untuk digunakan bagi yang membutuhkan. Sedangkan sampai tahun September 2012,  produksi darah sudah mencapai 568 ribu kantung, yang sudah digunakan sekitar  492 ribu. Tentunya, angka tersebut semakin bertambah sampai akhir desember 2012 dan bisa memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa ini.

Menurut Pakde Karwo,  masih banyak orang yang baik di Jatim yang mau untuk mendonorkan darahnya bagi kepentingan bersama melalui PMI Jatim. Salah satunya PMI di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. “ Di Untag, pada  ajaran baru tahun 2012, setiap mahasiswa barunya diberikan kesempatan untuk mendonorkan darahnya. Tentunya, ini salah satu kerja besar dengan hati, serta sebagai tabungan untuk di surga nanti” tegasnya.

Sementara, Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, mengatakan PMI Jatim bisa bekerja dan memenuhi produksi darah di Jatim tidak lepas dari peran pemerintah propinsi dan pusat dalam memberikan fasilitas  agara selalu bisa melayani masyarakat. “Pada tahun 2012, PMI Jatim diberikan sarana oleh pemerintah berupa 9 mobil donor darah yang digunakan untuk mencari para pendonor darah di setiap tempat, “ ucapnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2012 ini, jumlah Domor Darah Sukarela (DDS) 75 kali sebanyak 543 orang  yang berasal dari 33 kabupaten kota di Jatim. Selain itu, Jatim juga memiliki relawan DDS 100 kali yang cukup banyak yaitu, 667 orang. Nantinya, akan menerima Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden RI di Jakarta. “ Jumlah relawan DDS 100 kali Jatim, merupakan terbesar di Indonesia kali ini,” ungkapnya.

Disamping prestasi yang membanggakan tersebut, ungkapnya, masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh unit donor darah di Jatim, antara lain, pertama, tingginya harga peralatan untuk pengolahan komponen darah, sehingga ketersediaan pengolahan darah terbatas.  Selain itu lab tempat penyimpanan alat tersebut harus terpisah  sendiri “sebagai contoh alat pengolahan trombosit, di Jatim hanya  ada di Sidoarjo dan Surabaya, sehingga kerja PMI Jatim kurang begitu maksimal,” katanya.

Kedua,  minimnya system sosialiasi untuk DDS. Kebanyakan pendonor drah berusia 40tahun lebih.  Oleh karena itu perlu sosialisasi kepada kalangan anak muda betapa pentingnya donor darah bagi kesehatan dan kepentingan bersama. Ketiga,  system jaringan tiap unit PMI masih belum efektif. Sehingga, pemberian bantuan belum optimal.