7 Anggota DPR RI Batal di Lantik

Tidak ada komentar 185 views

Jakarta,(DOC) – Nasib sial dialami oleh 7 calon anggota legeslatif(Caleg) pusat yang terpilih saat pileg 2014 lalu. Bagaiman tidak, ke 7 Caleg DPR RI terpilih tersebut harus gigit jari setelah pelantikan mereka sebagai wakil rakyat dibatalkan, Rabu(1/10/2014).
Sebelumnya, KPU mengajukan 560 nama anggota DPR terpilih dan 132 nama anggota DPD periode 2014-2019 untuk mendapatkan Keppres pelantikan. Namun, KPU memberi catatan terhadap tujuh orang yang berstatus sebagai tersangka korupsi agar pelantikannya ditunda hingga ada kepastian hukum.
Presiden SBY merespons permintaan KPU dengan tidak mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pelantikan tujuh anggota wakil rakyat terpilih. Hal serupa turut dibenarkan Sekjen DPR, Winantuningtyastiti, yang menyatakan lima anggota DPR dari 560 yang terpilih batal dilantik hari ini karena tersangkut kasus korupsi. “Iya benar, mereka tidak akan dilantik,” kata Winantuningtyastiti.
Kata Winantuningtyas, ketetapan untuk dilantik berdasarkan surat keputusan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyangkut balasan surat yang dilayangkan oleh KPU untuk meminta penangguhan pelantikan bagi para anggota dewan yang terjerat kasus hukum. “Suratnya tadi pagi jam 02.00 WIB dini hari diterima. Kita enggak tahu poinnya karena di KPU tapi kita hanya diberi tahu kalau mereka tidak dilantik,” tukasnya.
Tujuh wakil rakyat yang ditunda disumpah tersebut terdiri dari lima anggota DPR dan dua anggota DPD. Lima anggota DPR berstatus tersangka itu terdiri, satu dari Partai Demokrat yaitu Jero Wacik, tersangka pemerasan di lingkungan Kementerian ESDM, tiga dari PDI Perjuangan yaitu Idham Samawi, Herdian Koosnadi dan Jimmi Damianus Idjie sebagai tersangka korupsi yang ditangani Kejaksaan, serta satu dari Partai Golkar, yaitu Iqbal Wibisono sebagai tersangka dugaan korupsi dana bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2008.
Sedangkan dua anggota DPD terpilih berstatus tersangka adalah Zulkarnaen Karim dari Bangka Belitung dan Chaidir Jafar dari Papua Barat. Zulkarnaen menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tukar guling aset pemerintah daerah. Sementara Chaidir menjadi tersangka kasus korupsi dana pinjaman untuk DPRD Papua Barat periode 2009-2014. (co/r7)