75 Kali Donor Darah, Dapat Penghargaan

Tidak ada komentar 226 views

Surabaya, (DOC) – Sebanyak 500 orang pedonor darah 75 kali se-Jawa Timur mendapatkan Penghargaan Satya Lencana secara langsung dari Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Selasa (26/11).
Soekarwo usai memberi penghargaan mengatakan, para pedonor darah 75 kali ini patut diberi apresiasi karena telah menyumbangkan darah secara sukarela kepada orang lain, sehingga mereka adalah para pahlawan. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi para pedonor karena orang yang paling baik di dunia ini adalah orang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Menurutnya, saat ini tidak mudah mendapatkan penghargaan seperti ini. Sebab, mereka harus mencatat sebanyak 75 kali melakukan donor darah. Jika dalam setahun mereka mendonorkan darahnya 4 kali, maka dibutuhkan sekitar 20 tahun untuk mencapai angka tersebut. “Tetapi mereka bisa melakukan itu dengan ikhlas. Ini luar biasa,” terangnya.
Maka itu, ia mengimbau kepada para instansi pemerintah maupun swasta, organisasi masyarakat, dan pemuda, pemuka masyarakat dan pemuka agama, pimpinan pondok pesantren, serta semua instansi pendidikan untuk turut menggerakkan pegawai, karyawannya, mahasiswa, dan pelajar di bawah asuhannya, agar bisa berlomba-lomba menjadi pedonor darah sukarela melalui PMI. Bantuan itu akan sangat membantu penyediaan darah transfusi secara berkesinambungan di seluruh Jawa Timur dan siap diberikan pada saat dibutuhkan.
Ia menambahkan saat ini setetes darah memiliki arti yang sangat penting, karena dengan darah itu mereka sudah menyelamatkan nyawa banyak orang yang membutuhkan. “Saya berharap pemberian penghargaan seperti ini juga diramaikan dalam sebuah perayaan, sehingga dapat menarik minat orang lain untuk mengikuti jejak mereka,” ujarnya.
Ketua PMI Jatim, Imam Utomo mengatakan penghargaan ini diberikan kepada para pedonor darah yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali di Unit donor darah se Jatim. “Ini merupakan prestasi kemanusiaan yang tak ternilai, namun masih akan merupakan tugas berat bagi segenap keluarga besar PMI Jawa Timur agar jumlah donasi dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Maka itu guna memenuhi kebutuhan darah di Jatim ia berharap kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan bank darah atau tempat menyimpan darah. Sebab apabila darah tidak tersimpan dalam bank darah selama 15 hari, akan terbuang sia-sia. (kjt/r4)