8 Pelajar Diringkus Aparat Kepolisian Akibat Lakukan Aksi Begal

Surabaya,(DOC) – Aksi perampasan motor kembali terjadi di kota Surabaya. Kali ini, aksi kriminal tersebut dilakukan komplotan pelajar.
Sekitar 8 orang pelajar ini beraksi di beberapa wilayah jalan Tidar, Simorejo, Mliwis, dan sejumlah lokasi lainnya. Bukan hanya motor, tapi hanphone dan barang berharga lainnya milik korban juga di sikat.

6 orang pelajar pelaku perampasan yang berinisial SAY, AL, LQ, AG, FZ dan KR kini telah tertangkap oleh pihak saat tengah melakukan aksi perampasan di kawasan Dupak Timur.
Dalam aksinya tersebut, pihak kepolisian memergoki 8 orang pelajar yang tengah memangsa korban. Namun 2 orang pelajar berinisial KP, dan RZ berhasil melarikan diri dan sekarang berstatus DPO alias buron.

“Saat beraksi di Dupak Timur, mereka ditangkap petugas. Enam orang berhasil kita amankan, dua orang berhasil lolos. Dan saat ini sudah kita tetapkan sebagai DPO (buron),” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sinto Silitonga didampingi Kasubbag Huma Kompol Lily Djafar, Kamis (3/11/2016).

Modus yang dijalankan, yaitu dengan cara menghentikan korban yang rata-rata juga pelajar. “Modusnya mereka menghentikan korban, dan pura-pura menuduh korban telah menggoda adiknya. Korban diberhentikan paksa, dan meminta kendaraan korban,” tambahnya.

Meski tanpa memakai senjata tajam, namun aksi keroyok para tersangka tetap membuat keder korban, hingga akhirnya mau menyerahkan kendaraannya.

“Dari laporan yang kita terima, para tersangka yang rata-rata masih berusia antara 15 sampai 20 tahun. Mereka sudah beraksi di beberapa TKP(tempat Kejadian Perkara). Tidak hanya menyasar pelajar bermotor, tapi juga handphone milik para pelajar,” katanya.

‎Sementara para tersangka mengaku, uang hasil kejahatan yang mereka lakukan itu, untuk uang saku dan bersenang-senang. “Motornya dijual di Madura. Ada yang jemput sendiri. Kenalnya dari teman. Satu motor dijual antara Rp 1 sampai 2 juta rupiah. Uangnya juga dibagi rata,” aku salah satu tersangka.(bl/r7)