Adaro Bangun PLTU di Kalimantan Timur

Tidak ada komentar 243 views

Jakarta, (DOC) – PT Adaro Energy Tbk. menyatakan usaha patungan dengan China Shenhua Overseas Development and Investment Co, Ltd. segera terbentuk dalam waktu dekat, menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman kelanjutan pengembangan PLTU Mulut Tambang Kalimantan Timur pada Jumat, (21/11/2014).
Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir menyatakan perseroan menugaskan dua anak usahanya, yaitu PT Adaro Power dan PT Bhakti Energi Persada untuk segera mendirikan perusahaan patungan dengan China Shenhua Overseas Development and Investment Co, Ltd. di sektor pengembangan pembangkit listrik mulut tambang di Kalimantan Timur itu.
Dia menuturkan porsi kepemilikan saham pada perusahaan patungan tersebut kemungkinan besar akan didominasi oleh China Shenhua dengan kepemilikan sebesar 51%. Sementara sisanya akan dimiliki Adaro.
“Proyek ini dibiayai melalui project financing, sebagian besar investasi akan dibiayai dengan skema non-recourse project debt financing,” jelasnya dalam pernyataan resmi, Selasa (25/11/2014).
Dia menuturkan, selain membangun pembangkit, kedua perusahaan sepakat untuk mengembangkan fasilitas transmisi listrik yang terintegrasi dengan jaringan yang ada di Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan – Kalimantan Tengah.
Pada tahap pertama, jelasnya, China Shenhua dan Adaro Power sepakat untuk melakukan penambangan batu bara yang akan digunakan untuk mengembangkan pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2×300 MW dan akan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan.
“Dalam jangka panjang, kapasitas listriknya akan semakin besar sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan listrik,” ungkapnya.
Berkaitan dengan rencana penambangan, Shenhua Oversea bermaksud mengakuisisi kepemilikan saham minoritas di anak usaha Adaro lainnya, yaitu PT Bhakti Energi Persada (BEP). Pihaknya berharap pra kelayakan dan studi kelayakan dapat segera dimulai pada tahun ini.
Garibaldi mengemukakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang yang akan dibangun tersebut menggunakan teknologi terbaru yang di klaim paling efisien dan ramah lingkungan.
“Perseroan akan berkontribusi untuk menghasilkan lsitrik di kalimantan,” pungkasnya. (b/r4)