Adies : Harus Ada Kepastian Hukum Soal Kasus Pemerasan

Surabaya , (DOC) – CV Anda Advertising(AA) yang telah membeberkan ulah Kepala Satpol PP kota Surabaya Irvan Widyanto atas dugaan pemerasan, dianggap sejumlah anggota DPRD Surabaya, hanya sebatas gertak sambal saja. Laporan CV AA ke pihak Inspektorat, belum bisa mengurai masalah ini, bila memang benar terdapat unsur pemerasan.
Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Adies Kadir menyatakan, setidaknya CV AA bisa langsung melapor ke pihak kepolisian, bila memang terdapat unsur pemerasan. Begitu pula sebaliknya, Kasatpol PP juga bisa melapor balik ke Polisi, jika tidak melakukan pemerasan dan menganggap CV AA telah mencoba menyuapnya dengan memberikan dan Rp. 25 Juta.
“Ini yang sangat memalukan dan Saya menyesalkan apa yang dilakukan CV AA. Kenapa hanya lapor ke Inspektorat, tidak lapor ke polisi, jika memang terjadi unsur-unsur pidana,” kata Adies Kader, digedung dewan, Rabu (19/12/2012).
Menurut Adies, dari pengamatannya , kalau kasus ini, hanya dilaporkan ke Inspektorat, nanti penyelesaiannya cuma secara adat saja. Padahal persoalan ini, telah menjadi konsumsi public yang akan terus mempertanyakan perkembangannya. “ Inspektorat tidak mampu untuk menyelesaikan kasus ini, karena sudah masuk rana pidan. CV AA sebaiknya lapor ke Polisi, biar masyarakat yang mempertanyakan, jika kasus ini berhenti,” ujar Pria yang juga menjabat ketua DPD Golkar Surabaya ini.
Lebih lanjut Adies menambahkan, Jika CV AA hanya mengarang cerita soal pemerasan, maka hal ini merupakan bentuk pembohongan public serta pencemaran nama baik. KasatPol PP Surabaya, bisa melaporkan ke kepolisian karena ke CV AA yang sudah melakukan pencemaran nama baik. “ Saya sendiri tidak yakin sekelas Kasatpol PP menerima uang Rp. 20 juta. Ada yang jauh lebih besar kalau hanya senilai itu, namun jika memang itu betul-betul terjadi hal ini sangat memalukan,” kata anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.
Menurut Adies, Sampai hari ini dirinya tidak menyakini atas pemerasan itu. Mengingat selama Irvan menjabat sebagai Kasatpol PP, banyak gebrakan yang telah dilakukan untuk menegakkan perda terutama dalam penataan pasar hingga kota Pahlawan ini terkesan bersih dan juga menguarangi kemacetan. “ Kalau saya lihat Irvan masih tegas dalam menegak Perda dengan memotong reklame bodong dan menertibkan hal-hal yang melanggar perda,” lanjut Adies.
Adies menambahkan, Semuanya bisa terjadi, apalagi kalo CV AA memanfaatkan beberapa anak buahnya. Sehingga mereka punyak bukti bahwa Irvan telah melakukan pemerasan. Untuk itu, dirinya menyarankan agar Irvan melapor pencemaran nama baik ke pihak kepolisian. Menurut Adies, secara tidak langsung, Kasat Pol PP adalah simbol pemerintah dalam penegakkan perda. “ Bisa juga anak buah CV Anda Advertising memanfaat uang itu sebelumnya, namun gak ada hasil. Tetapi jika apa yang di katakan nya benar bahwa ada pemerasan, itu hal yang memalukan,” pungkas Adies. (bin/R7)