Adies Kadir Ancam PT KAI Tutup Jalur KA Wilayah Surabaya

Surabaya,(DOC) – Berlarutnya kasus warga stren rel PT. Kereta Api Indonesia(KAI) di wilayah Perak Barat Surabaya kini memicu emosi salah satu anggota komisi A DPRD Surabaya Adies Kadir.

Calon Legeslatif DPR RI nomer urut 5, asal Partai Golkar ini meminta kepada Pemkot Surabaya untuk tegas menutup akses jalur PT KAI di wilayah Surabaya sebagai implementasi kepeduliannya terhadap nasib warganya tergusur.

Adies juga berencana mendatangi kantor PT KAI yang kini kembali mendata aset tanahnya dibantaran rel KA, yang kini sudah menjadi pemukiman warga.

“Minggu depan saya akan bertandang ke kantor pusat PT KAI Bandung untuk menanyakan nasib warga stren rel yang saat ini belum mendapatkan ganti sebagaimana mestinya, jika ada masalah ya seharusnya dibicarakan bersama, jangan malah menghindar dengan tidak hadir dalam setiap undangan musyawarah. Dewan hanya ingin memediasi untuk mencari solusi dan tidak merugikan salah satu pihak,” jelas Adies Kadir, Rabu(15/1/2014).

Ia mengatakan, PT KAI tetap wajib menunjukkan bukti kepemilikan lahan yang saat ini ditempati oleh warga kota Surabaya sebagai tempat pemukimannya selama bertahun-tahun.

“Walapun asset PT KAI di dukung oleh UU, namun tetap wajib bagi mereka untuk menunjukkan surat bukti kepemilikannya dan siapa yang di untungkan dengan statusnya yang kini menjadi PT Persero, karena masalah ini menyangkut nasib masyarakat kota Surabaya yang telah bermukim selama bertahun-tahun bahkan sudah turun menurun, apalagi ternyataq mereka (PT KAI-red) tidak pernah memikirkan harus pindah kemana warga yang telah digusur,” tandasnya.

Adies juga mengatakan, apabila PT KAI tetap bersikukuh dan tidak kooperatif, maka ia akan meminta kepada pemkot Surabaya untuk bersikap tegas dengan melakukan aksi pemboikotan dengan menutup akses rel milik PT KAI di wilayah kota Surabaya.

“Demi kepentingan masyarakat kota Surabaya termasuk warga stren rel PT KAI di Perak Barat Surabaya, saya minta pemkot Surabaya menutup saja akses rel PT KAI yang masuk wilayah kota Surabaya, karena sikap PT KAI sudah terbilang keterlaluan dan tidak punya hati nurani,” ancam Adies.

Seperti berita sebelumnya bahwa proses pengambil-alihan kembali asset PT KAI yang dilakukan pada area sekitar stren rel Kereta Api di wilayah Perak Barat Surabaya sesungguhnya tidak ada masalah manakala tidak di cederai oleh sikap arogan yang dilakukan sejumlah orang (preman-red) yang diduga kuat adalah suruhan PT KAI.

Hingga berita ini diluncurkan, proses mediasi yang dilakukan oleh komisi A DPRD Surabaya belum juga mendapatkan tanggapan yang positip dari PT KAI sebagai pihak yang dipersoalkan warga stren rel Perak Barat Surabaya, yang kini nasibnya dihantui oleh tindakan anarkis dari para oknum suruhan PT KAI di lokasi penggusuran.(spn/r7)