Awey Minta Kasatpol PP Tabayun, Armudji WA Walikota Ganti Kasatpol PP

Vinsensius Awey

Surabaya,(DOC) – Perselisihan antara Armuji Ketua DPRD Surabaya dengan Irvan Widyanto Kasatpol-PP Surabaya beberapa waktu lalu, terus memantik reaksi anggota sejumlah anggota DPRD kota Surabaya untuk berkomentar.

Kali ini anggota Komisi C, Vinsensius Awey yang menyarankan untuk kedua pejabat tersebut, calling down dan bertahan pada ego-nya masing-masing.

Menurut Awey, sikap itu terlihat kurang baik dan tidak mendidik. Padahal, jika ditelaah lebih jauh, keduanya memiliki tujuan yang benar untuk  menata kota ini.

Ia menjelaskan, Satpol-PP sebagai aparat penegak Perda tengah menjalankan tugasnya menata warga Medokan Semampir yang terkena dampak penggusuran. Sedangkan Ketua DPRD ingin membela hak konstituennya dalam memperoleh ha-haknya.

“Harus bisa memberi edukasi baik terhadap hak dan kewajiban. Kasatpol, juga tidak boleh menunjukan sikap temperamennya, tapi sebaliknya memberi perlindungan dan mengayomi,” ungkap politisi Nasdem ini, Sabtu(24/2/2018).

Ia juga menyoroti soal permintaan maaf Kasatpol PP yang dianggap belum cukup karena tidak di tujukan kepada lembaga DPRD kota Surabaya. Secara tidak langsung, lanjut Awey, Irvan telah melecehkan institusi legislative, mengingat Armudji menjabat sebagai ketua dewan.

“Tidak bisa dengan mudah menyatakan jika itu merupakan sikap pribadi, tapi semua tahu perseteruan itu terjadi di forum resmi yang diselenggarakan berdasarkan undangan resmi Ini sudah menyangkut nama lembaga dan harus diselesaikan secara kelembagaan. Dalam kasus ini saya minta Wali kota obyektif,” tandasnya.

Langkah yang harus dilakukan oleh Kasatpol PP, kata Awey, yakni dengan cara kekeluargaan dan tabayun. Mengingat hanya dengan cara itu, ketegangan bisa reda.

“Lebih baik Ka Satpol datang ke DPRD dan meminta maaf,” sarannya.

Dengan kejadian itu, tegas Awey, semua anggota DPRD Surabaya se-akan dikerdilkan dan dirinya tidak menginginkan, peristiwa ini berdampak pada hubungan kinerja antar lembaga.

“Jangan sampai membuat dewan menggunakan hak-haknya sebagai legislator, seperti hak interpelasi atau lainnya, dampak perseteruan 2 pejabat ini,” katanya.

Foto : Sidak DPRD kota Surabaya ke pemukiman warga Medokan Semampir. Nampak Ketua DPRD kota Surabaya Armudji menemui warga

Sementara itu, diwaktu terpisah, Ketua DPRD kota Surabaya, Armudji menyatakan masih belum terima atas sikap Kasatpol PP, Irvan Widiyanto saat hearing soal nasib warga Medokan Semampir di komisi A beberapa waktu lalu.

Bahkan permintaan maaf Kasatpol PP yang disampaikan ke sejumlah media, tak dianggap sebuah permintaan maaf.

“Saya sudah mengirim pesan langsung melalui aplikasi WA(Whatsapp,red) ke Bu Risma (Wali kota,red) agar Pak Irvan di ganti,” tandas Armudji, disela sidaknya di Medokan Semampir, Sabtu(24/2/2018) kemarin.(r7)