Akhirnya Lapor Kekejaksaan Soal Intimidasi PLN

Tidak ada komentar 233 views

Surabaya,(DOC) – Dianggap tidak mengormati kesimpulan sidang Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen(BPSK) kota Surabaya, atas kasus intimidasi petugas P2TL Ngagel Surabaya yang berakhir dengan pencabutan meteran secara sepihak, Miko Saleh suami Ny Rodiah sebagai pelanggan sekaligus korban melakukan aksi unjuk rasa di kantor PLN Distribusi Jawa-Bali di Jl Embong Ungu Surabaya. Aksi terebut tidak berakhir disitu, namun dilanjutkan dengan pelaporan ke Kejaksaan negeri Surabaya.
Lebih kurang, 50 orang masa LSM East Java Corruption and Judicial Wacth Organization (ECJWO) turut mendukung langkah Miko Saleh yang merupakan ketua ECJWO.
Mereka bergabung dalam aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Distribusi Jawa-Bali, Jl Embong Ungu Surabaya, guna menuntut tindak lanjut atas kesimpulan BPSK kota Surabaya.

Saat orasi, masa ECJWO mengecam tindakan oknum petugas P2TL Surabaya dan Jatim yang selama ini dituding banyak melakukan intimidasi layaknya preman dan melakukan tindakan pungli saat mengenakan sangsi denda kepada pelanggan yang dituding melanggar.

“PT PLN yang merupakan perusahaan milik Negara dan didirikan untuk kesejahteraan rakyat justru dijadikan sarang untuk melakukan pungli oleh sejumlah oknum didalamnya, petugas P2TL selalu bertindak kasar seperti preman,dan tak jarang mengenakan sangsi denda kepada pelanggannya tetapi lebih diarahkan kepada tindak pidana pungli dan pemerasan,” ucap salah satu orator Aksi.

Masa sempat ditemui oleh petugas PLN Distribusi Jawa-Bali, setelah mereka berunjukrasa selama satu jam. Dalam pertemuan itu, Miko Saleh diberi waktu seminggu oleh pihak PLN guna mendalami kasusnya.
“pihak PLN meminta waktu satu minggu untuk mendalami kasusnya, tetapi bukan berarti bisa menghalangi kami untuk melaporkan duguaan tindak pidana korupsinya ke Kejaksaan, hal ini kami lakukan agar petugas PLN utamanya P2TL lebih berhati-hati dalam melakukan tugas dan fungsinya, sehingga masyarakat tidak lagi merasa takut tetapi justru merasa nyaman dalam mendapatkan pelayanan PLN yang merupakan perusahaan kebanggan Negara ini,” ucap ketua ECJWO.

Tidak puas dengan jawaban pihak PLN, masa bergerak ke kantor Kejaksaan Negeri Surabaya Jl Sukomanunggal Surabaya. Mereka juga menggelar aksi dan orasi yang sama, sekaligus menyampaikan berkas dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan P2TL Jatim.

Didukung sejumlah pengurus ECJWO, Miko Saleh ditemui Nurcahyo Kasipidum dan Kuncoro Assintel Kejaksaan Negeri Surabaya, untuk menyerah sejumlah berkas terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan P2TL jatim.

“kami menerima berkas pengaduan dari saudara Miko Saleh terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan P2TL Jatim, namun demikian kami tetap harus menelaah kembali kasu yang dilaporkan, apakah masuk kategori tindak pidan korupsi atau tidak, jika memang mengarah kesitu, maka kami akan segera memanggil orang-orang yang terkait termasuk pelapornya, untuk melengkapi berkasnya,” jawab Nurcahyo saat dihubungi via ponselnya.(r7)