Akibat Proyek Galian PT Petrokimia Gresik, Jl Dumar Surabaya Rusak Parah

dumar_surabayaSurabaya,(DOC) – Jalan Dupak hingga Margomulyo (Dumar) yang berada dekat tol Margomulyo kondisinya sekarang rusak parah. Selain bergelombang, banyak bagian berlobang cukup besar dan sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalan yang banyak dilalui oleh kendaraan berat tersebut banyak bagian tergenang air sehingga tidak kelihatan terdapat lobang.

Akibatnya banyak pengguna jalan yang terjatuh dan kendaraan pengankut barang yang terperosok. Parahnya, sampai saat belum ada perhatian dari instansi terkait meskipun sudah setahun terakhir makin rusak parah.

“Terus terang kita mengeluhkan kondisi jalan Dumar yang saat ini banyak dilewati pekerja dan kendaraan pengangkur barang. Padahal sebagai warga yang baik sudah membayar pajak,” kata Neilson Ariyadi Pengurus Paguyuban Dumar, Rabu (23/11/2016) kemarin.

Lebih detail, Neilson menjelaskan hampir setahun lalu kondisi jalan semakin rusak karena ada penggalian proyek pemasangan pipa air berdiameter 50 cm  milik  PT Petrokimia Gresik, pada Oktober tahun lalu. Parahnua galian tersebut tidak dikembalikan seperti semula dan kondisi makin parah jika terjadi hujan.

“Kita sudah melaporkan ke Petro (PT Petrokimia Grasik) untuk meminta perbaikan. Sudah hampir setahun kita hanya dijanjikan saja. Terus terang yang ada disini kan banyak pergudangan dan depo kontainer, jadi banyak customer yang lari karena kondisi akses infrastruktur yang rusak,” jelas Neilson.

Tak hanya kepada PT Petrokimia Gresik, pihak paguyuban juga telah melaporkan kepada Pemkot Surabaya sebagai pemilik wilayah. Sampai saat ini, pihaknya mengaku sudah ada pembahasan untuk perbaikan jalan meskipun sampai sekarang belum ada realisasinya.

“Kita pernah diundang oleh Pemkot. Kabarnya sekarang prosesnya berhenti sampai Bappeko. Jalan ini dulunya tembusan dari Jl Dupak menuju Margomulyo sebelum ada tol. Jadi milik pemerintah dan sekarang dikelola oleh pengelola jalan tol,” katanya.

Terkait hal ini, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Visensius menjelaskan, kerusakan Jl Dumar juga menjadi tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Surabaya karena memberikan ijin penggalian pipa.

Apalagi dalam pengerjaan proyek tersebut ternyata tidak dikembalikan seperti semula dan sangat merugikan pengguna jalan dan berbahaya.

“Dinas PU harus bertanggungjaaab juga dong. Karena pada prosesnya kan mengeluarkan ijin penggalian. Kalau hasilnya tidak beres dan merugikan warga Surabaya, ya harus ada tindak lanjut paling tidak meminta PT Petrokimia Gresik mengembalikan seperti semula,” kata pria yang akrab disapa Awey ini.

Tak hanya itu, Anggota Dewan yang terkenal kritis ini meminta kepada semua pihak untuk bertanggungjawab termasuk PT Petrokimia Gresik karena terbukti telah merusak jalan dan merugikan warga Surabaya.

“Semua pihak pemerintah maupun PT Petrokimia Gresik harus memperhatikan keluhan warga. Kalau pun sudah ada rencana perbaikan harus disampaikan. Sudah banyak warga yang menderita,” tegasnya.(li/rob7)