Aktivis Lingkungan Dukung Pengusutan Kasus Satwa KBS

Tidak ada komentar 142 views

Surabaya, (DOC) – Puluhan aktivis lingkungan hidup dan budayawan, mendukung polisi mengusut tuntas kasus pertukaran satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Dukungan para aktivis lingkungan hidup itu disampaikan dengan menggelar aksi damai, di depan Mapolrestabes Surabaya, Senin (2/6/2014). Dalam aksi gabungan beberapa elemen masyarakat Surabaya itu, disampaikan kalau proses penyidikan polisi untuk mengungkap pelaku pertukaran satwa di KBS perlu dapat dukungan dari semua warga Surabaya.
Aksi keprihatinan dan dukungan pada polisi di Mapolrestabes Surabaya, juga diikuti para aktivis lingkungan diantaranya Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL), Komuntas Nol Sampah, Komunitas Budaya Surabaya (KBS) dan puluhan aktifis mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Surabaya.
“Semua satwa di KBS itu milik negara, untuk itu warga Surabaya juga harus punya perhatian dengan kondisi satwa di KBS, apalagi kalau sampai ditukar dengan uang atau mobil,” ujar Taufik Hidayat Koordinator Aksi dari Komunitas Budaya Surabaya (KBS).
Selain itu Taufik juga minta pada polisi untuk tidak ragu-ragu segera menetapkan tersangka dalam kasus pertukaran satwa di KBS. “Kalau memang ada tersangka harus segera ditetapkan, tapi kalau memang tidak ada tersangka harus segera dihentikan penyidikannya dan hasilnya disampaikan ke warga Surabaya,” tegasnya.
Sementara itu Teguh Ardi Srianto Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) mengatakan, dari sisi aturan perundangan yang ada, proses pertukaran satwa di KBS, terindikasi ada pelanggaran yang dilakukan pengelola KBS waktu itu, dengan pengelola lembaga konservasi yang dituju. “Ada beberapa pertukaran satwa yang dilakukan tanpa ada tim penilai dan tim evaluasi, sebelum dan sesudah dilakukan pertukaran,” ujar Teguh.
Ditambahkan Teguh, dugaan lain terjadinya pelanggaran dalam kasus pertukaran satwa di KBS, adanya transaksi satwa yang ditukar dengan uang dan kendaraan bermotor. “Jelas tindakan itu melanggar aturan perundangan yang ada, dan sangat merugikan Kebun Binatang Surabaya sebagai aset Kota Surabaya,” tegas Teguh yang juga aktivis lingkungan.
Menyikapi dukungan dari para aktivis lingkungan di Surabaya, AKBP Sumaryono Kasaterskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, polisi tidak akan menghentikan kasus pertukaran satwa di KBS. “Kami juga merasa memiliki KBS, untuk itu kami tidak akan menghentikan penyidikan kasus itu,” jelas Sumaryono. (ist/r4)