Alfamart Tak Hiraukan Raperda Toko Modern

Tidak ada komentar 342 views

Surabaya,(DOC) – Peritel menanggapi dingin Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Toko Modern yang dalam waktu dekat ini akan segera disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Raperda yang diantaranya mengatur jarak minimal antara toko modern yang satu dengan toko modern ini dianggap bukan aturan baru, sebab, di beberapa kota lain di Jawa Timur (Jatim) juga menerapkan hal serupa.

Operation Community Relation wilayah Indonesia Timur PT sumber Alfaria Trijaya, Tbk, M Faruq Asrori mengatakan, pembatasan jarak toko modern ini sudah ada di Ponogoro, kota Malang dan kota-kota lain. Sehingga, kami menyikapinya biasa saja. Yang terpenting bagi pelaku usaha adalah kepastian. Artinya, ketika mengurus perijinan sudah bisa dipastikan kapan akan keluar ijin tersebut. Jadi tidak berbelit-belit. “Kalau perijinan sudah pasti kami mengurus. Kami mengurusnya secara bertahap. Ketika kami membuka toko, kami kan sudah investasi. Sambil menunggu ijin keluar, kami juga buka toko. Kalau misalnya ada kekurangan dari kami, kami mohon pemerintah membantu,” katanya,Sabtu(3/5/2014).

Meski tidak mempersoalkan raperda tersebut, lanjut Faruk, pihaknya meminta agar aturannya tidak berlaku surut. Ketika berlaku surut, maka toko modern yang beroperasi sekarang, yang jaraknya kurang dari 500 meter sesuai raperda, maka terancam tutup. Padahal, untuk membuka satu toko, diperlukan investasi yang mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Tapi nanti jika diberi waktu selama 2,5 tahun, masih bisa diterima karena tetap dengan habisnya masa sewa lahan dan bangunan toko. “Kami hanya ingin aturan pasti. Jika kami ajukan izin, kapan akan keluar. Kalau masalah kesiapan kami siap (dengan pemberlakuan perda),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus (pansus) Raperda Toko Modern, Edy Rusianto mengatakan, di Surabaya terdapat sekitar 500-an toko modern. Sayangnya, tidak satupun yang mengantongi izin usaha toko modern (IUTM). Untuk mendapatkan IUTM, syaratnya harus mendapat rekomendasi dari dinas cipta karya dan tata ruang (DCKTR) Surabaya tentang lokasi itu diperkenankan membuka toko modern. Selain itu, dalam raperda ini, toko modern tidak boleh berdiri di kampung-kampung. Minimal lebar jalan di depan toko modern selebar 6 meter. Untuk super market lebarnya 8 meter. Sedangkan department store dan hypermart lebarnya 10 meter. “Bagi yang tidak mengurus IUTM, diberi toleransi beroperasi selama 2,5 tahun. Setelah itu mereka harus relokasi,” terangnya. (r7)