Amandemen UUD 1945 Perlu Dikaji Ulang

Tidak ada komentar 429 views

Jakarta, (DOC) – Amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dinilai perlu dikaji ulang kembali. Ini perlu dilakukan karena banyak teks asli UUD 1945 yang sebenarnya bagus malah dihilangkan dan sebaliknya pasal-pasal yang tidak menjiwai semangat Pancasila dan UUD 1945 malah dimasukkan.
Desakan untuk melakukan kaji ulang terhadap amandemen Undang-Undang Dasar 1945 muncul dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI).
Chandra Motik Yusuf , Ketua Umum Iluni UI mengatakan, bahwa kemerdekaan yang selama ini telah diperjuangkan ternyata belum mengantarkan rakyat Indonesia ke pintu gerbang kesejahteraan yang berdaulat, adil, dan makmur. “Kondisi negara kritis, sarat dengan persoalan, antara lain lemahnya penegakan hukum, oligarki partai, kartel ekonomi, korupsi, infrastruktur, kesehatan, keragaman, dan pendidikan,” paparnya.
“Saya setuju dengan merubah UUD dan melakukan kaji ulang terhadap amandemennya,” tegas Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu.
Mantan Pangkostrad ini juga menekankan, kaji ulang terhadap amandemen UUD 1945 harus dilakukan dengan benar, sehingga bisa merubah jalan kehidupan berbangsa menuju yang lebih baik. “Selain itu juga bertujuan untuk membuat generasi bangsa kedepan memahami isi UUD,” jelas Ryamizard.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, ketika akan mengajukan amandemen perlu dikaji terlebih dahulu dengan UU sistem pembangunan. “Tidak perlu menoleh ke belakang tapi maju ke depan, kalau mau diubah tidak ada gunanya karena bukan karena persoalan subtansi tapi soal penyelenggaraan birokrasi dan aparatnya,” ujar Mahfud.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menilai, tidak ada yang salah dengan UUD 1945. Jika ingin dilakukan kaji ukang terhadap amandemen UUD itu adalah tugas generasi muda. “Tugas para generasi bangsa adalah sebagai leadership yang bagus, memperbaiki ketatanegaraan dan UUD yang lebih baik dengan melakukan perubahan dan penyempurnaan amandemen,” ujarnya. (r4)