Ambisi Gantikan Posisi Musyafak, Masduqi Malah Kantongi SP 1

Surabaya,(DOC) – Ternyata bukan Masduqi Thoha saja yang mendapat surat peringatan dari Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Surabaya, namun juga Mazlan Mansyur anggota komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi PKB, yang mendapat surat peringatan dari partai.

Keduanya dianggap telah menghambat dan menghalang-halangi proses pergantian antar waktu(PAW) Musyafak Rouf Wakil Ketua DPRD Surabaya yang tersangkut kasus gratifikasi dana jasa pungut.

Surat peringatan pertama (SP-1) dari DPC PKB Surabaya, diserahkan ke Fraksi PKB hari ini, Selasa(18/06/2013), yang isinya menyatakan kedua anggota FPKB tersebut dianggap beberapa kali mangkir dari undangan rapat partai.

Hasanul Bahri Sekertaris DPC PKB Surabaya, saat di gedung dewan menyatakan, Masduqi Thoha anggota legeslatif 2 periode ini, telah menggagalkan rapat banmus yang mengagendakan paripurna PAW Musyafak Rouf. Sementara Mazlan Manshur, dianggap mangkir saat rapat di internal partai yang membahas masalah PAW Musyafak Rouf.

“dengan terbitnya surat SP-1 dari partai, diharapkan agar kedua kader PKB tersebut (Masduki Toha dan Mazlan Mansyur) untuk merespon dengan baik dalam waktu 1 x 24 jam, karena jika tidak, kami segera menerbitkan SP-2, jika sampai pada SP-3 maka dipastikan partai akan memberikan sangsi administrasi dan politik, bahkan sampai pada kemungkinan pencoretannya sebagai caleg PKB Surabaya,” ucap Hasanul Bahri Sekretaris DPC PKB Surabaya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Satuham, Wakil ketua DPC PKB Surabaya meminta agar DPRD Surabaya segera menindak lanjuti surat permohonan PAW terhadap Musyafak Rouf, sekaligus berpesan agar Masduki toha tidak lagi berbicara diluar jika menyangkut persoalan internal partai.

“Kami berharap agar Masduki Toha tidak lagi berkoar-koar diluar, jika ada persoalan dengan partai, lebih baik cukup dibicarakan di internal partai, jika tidak siap, mereka bisa ketemu kami dengan face to face terlebih dahulu kok, perlu disadari bahwa fraksi itu kepanjangan tangan partai, jadi kami bisa langsung berkirim surat ke sekwan dan ketua DPRD, kenapa harus melalui fraksi lagi, pernyataan masduki Toha itu mengada-ada, lha aturannya tidak mengatur seperti itu kok,” ungkap Satuham.

Ia, sempat bercerita soal awal munculnya permasalahan intern partai ini. Menurutnya, dulu, Masduki Toha sempat berambisi menggantikan posisi Musyafak Rouf sebagai wakil ketua DPRD Surabaya. Bahkan sangking ngebetnya, Masduqi juga pernah mengambil sendiri form PAW di KPU Surabaya.

“Perlu juga diketahui, saat pimpinan PKB Surabaya masih Care taker, Masduki Toha itu pernah datang ke DPP dan meminta agar dirinya menjadi pengganti Musayafak Rouf yang sedang di penjara, tetapi rekomendasinya justru turun ke Gus Naim, karena sekarang sudah difinitif maka persoalannya menjadi berbeda dan sangat tidak wajar jika saat ini dia (Masduki Toha) menjadi penghalang langkah DPC untuk melakukan PAW terhadap Musyafak Rouf,” jelas wakil ketua DPC PKB Surabaya ini.(r7)