Anak Gizi Buruk Miliki Hobby Mewarnai Dan Ingin Jadi Polisi

foto : Reni Astuti saat menemani ADS mewarnai dan berhitung

Surabaya,(DOC) – Anggota Komisi D DPRD kota Surabaya, Reni Astuti mengaku berkesan dengan cita-cita Ady Slamet Nugroho (ADS) yang ingin menjadi seorang polisi.

Cita-cita mulia bocah umur 10 tahun yang diduga penderita gizi buruk ini, disampaikannya saat dirinya mendatangi rumah ADS di jalan Kedung Baruk Surabaya, Senin(30/7/2018) lalu.

Politisi PKS Surabaya ini menjelaskan kronologis bagaimana dirinya mengetahui kasus Gizi Buruk yang menimpa ADS.

Ia menceritakan, pertama kali mengetahui kasus ADS setelah menerima pesan pribadi melalui aplikasi Whatsapp (WA) yang menginfokan kondisi anak yang sudah selama dua tahun ini hanya bisa tidur dan duduk di rumah kos orang tuanya.

“Untuk memastikan bahwa info yang saya terima benar, sekitar 10.45 Wib, Senin(30/7/2018), saya mendatangi rumah anak tersebut di wilayah jalan Kedung Baruk. Saat mengobrol dengan pihak keluarga saya baru tahu jika info pesan yang saya terima sudah viral di Sosmed,” papar Reni Astuti.

Ketika berada dikediaman ADS, lanjut Reni, sudah ada disana Kepala Puskesmas Kalirungkut, pihak kelurahan dan pegawai Pemkot.

“Saat saya berkunjung ADS lagi tidur, kata bapaknya masih ngantuk karena semalam baru pulang dari RSUD Dr. Soewandhi. Saya ditemui Orangtua dan neneknya. Kepala Puskesmas Kalirungkut dan kepala kelurahan dan beberapa pegawai Pemkot juga berada disana tengah berkunjung. Pihak puskesmas menyampaikan anak ini mengalami Gizi Buruk. Berat Badan saat ini 17 kg. Sempat juga ngobrol dengan Bu RT yang punya andil menginfokan kondisi ADS ke Pemkot melalui Kelurahan setempat,” jelasnya.

Politisi yang sangat peduli dengan masalah sosial masyarakat ini, merasa Iba melihat kondisi ADS yang memiliki hobby mewarnai, tak bisa melanjutkan sekolah karena kondisi sakitnya.

“Info orangtunya anak ini (ADS,red) terlahir sehat. Juga bisa sekolah sampai kelas 1 SD. Saat mau kenaikan ke kelas 2 mengalami sakit. Hingga kini tidak sekolah karena kondisi kesehatannya. Rutin tiap minggu memjalani rawat jalan rehab medik di RSUD Dr. Soetomo,” katanya.

Saat ini ADS sudah ditangani Tim Khusus oleh jajaran Dinkes Pemkot Surabaya di RSUD dr Soewandhie. Ia berharap kondisi ADS makin membaik dan berat badan bisa normal serta sehat lagi untuk melanjutkan sekolah dalam mewujudkan cita-citanya.

“Saya apresiasi langkah pemerintah kota Surabaya. Perhatian ini juga bentuk perwujudan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Kedepan perlu dipastikan lagi melalui Kelurahan dengan dibantu RT/RW dan kader kesehatan jika ada anak-anak dengan gejala dan dugaan gizi buruk bisa segera terdeteksi.  Orangtua juga harus rajin mengikutkan anak-anaknya ke posyandu, juga datang ke fasilitas kesehatan Puskesmas, jika berat badan anak terus menurun,” katanya.

Reni juga meminta Pemkot untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kesehatan, termasuk pendekatan tenaga kesehatan kepada masyarakat yang juga harus dilakukan secara bersahabat dan persuasif.

Puskesmas, lanjut Reni, juga wajib pro-aktif menjalani fungsi utamanya menyehatkan masyarakat.

“Selasa(31/7/2018), sekitar pukul 13.00 Wib, saya datangi lagi untuk mengetahui perkembangannya.  Saat saya datang anaknya lagi duduk di tempat tidur didampingi ibu bapaknya. Lancar diajak berkomunikasi. Bisa njawab salam. Saat saya tanya kalau besar cita-citanya jadi apa?, dengan mantab menjawab jadi Polisi. Juga bisa tersenyum dan tertawa saat diajak guyon. Info bapaknya ADS suka mewarnai dan pernah juara saat lomba mewarnai saat sekolah di TK. Siang itu saya ajak mewarnai dan menulis angka dan bisa. Pendidikannya mesti dilanjutkan. Semoga bisa belajar melalui pendidikan non formal kejar paket A. Semoga kondisi ananda ADS terus membaik. Berat badan bisa mencapai normal dan sehat.  Terus tumbuh sehat semangat dan cita2nya terwujud…..Aamiin….,” pungkas Reni Astuti.(rob/r7)