Ancam Blacklist Rekanan Proyek Saluran Prapen

Tidak ada komentar 154 views

Surabaya, (DOC) – Proyek pembangunan infrastruktur kota Surabaya tahun anggaran 2012, banyak yang tak selesai. Beberapa proyek terpaksa diberi dispensasi 50 hari oleh pemkot, untuk menyelesaikannya. Salah satu diantaranya adalah proyek pengerjaan pemasangan box culvert, plengsengan dan jembatan rumah pompa yang terletak di Jl Perapen, Surabaya.

Rekanan proyek PT Cika Karya Nusantara, nampaknya terancam di blacklist karena tidak tepat waktu dalam pengerjaannya. Sisa waktu pengerjaan Kurang 5 hari, namun rekanan belum mengerjakan pembuatan jembatan, pengaspalan dan finishing. Hal ini terungkap dari hasil sidak komisi C DPRD Surabaya di lokasi proyek, Jumat(25/01/2013), siang.
Dalam sidak tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Sachiroel Alim merasa pesimis dengan sisa waktu tersebut. “Coba sekarang kita lihat masih banyak pekerjaan yang belum dilakukan. Mana mungkin pembangunan jembatan dan pengaspalan bisa dilakukan dalam lima hari. Kalau dipaksakan ya mungkin kualitasnya amburadul,” ungkap politisi yang akrab dipanggil Alim ini.

Sementara itu, Anggota Komisi C dari Fraksi PKS, Reni Astuti mengatakan, proyek ini memang salah satu pekerjaan yang mendapat dispensasi waktu selama 50 hari. Untuk itu, meski sudah mendapat denda sebesar Rp 267 juta, kontraktor harus di blacklist jika kembali gagal menyelesaikan pekerjaan.

“Dalam hal ini kontraktor memang diharuskan membayar denda karena terlambat tidak sesuai jadwal. Untuk itu, penambahan waktu selama 50 hari menjadi kesempatan terakhir jika tidak ingin di blacklist. Tentunya Pemkot harus tegas karena keterlambatan ini berdampak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Reni.

Sementara itu, saat di konfirmasi, dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pematusan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Surabaya, Cahyo utomo menegaskan, pekerjaan proyek saluran yang menggunakan dana APBD sebesar Rp 5,4 miliar, bisa selesai pada akhir bulan Januari.

“Kita yakin bisa selesai. Namun, dengan sisa waktu lima hari tentunya belum bisa dikatakan siap pakai karena beberapa pekerjaan pengecoran masih basah. Kalau secara fisik kita yakin bisa selesai. Tinggal pembenahan plengsegan, jembatan, dan pengaspalan jalan,” ungkap Cahyo ketika ditemui di lokasi proyek.

Sebelumnya, pengerjaan proyek saluran ini, memang telah membuat resah warga yang terganggu lalu lintasnya. Pihak Polrestabes Surabaya, juga sempat memberikan ultimatum kepada kontraktor atas pekerjaannya tersebut yang membuat macet lalu lintas jalan Prapen dan sekitarnya.(R10/R7)