Ancaman Kecurangan Pemilu Oleh Incumbent

Tidak ada komentar 131 views

Jakarta, (DOC) – Pemilu legislatif 2014 rawan dengan kecurangan yang dilakukan oleh para incumbent atau pihak yang masih berkuasa. Kecurangan petahana semakin terbuka lebar dengan banyaknya caleg yang berasal dari kepala daerah dan mengutamakan kepentingan politik.
Mantan Walikota Pasuruan, Jawa Timur Aminurrohan mengatakan, kecurigaan terhadap caleg incumbent sangat beralaskan, karena peluang mereka untuk melakukan itu cukup besar. “Incumbent berpeluang besar melakukan kecurangan. Indikasi yang dilakukan antara lain dengan penyalahgunaan wewenang seperti penggunaan fasilitas negara. Para incumbent ini juga bisa juga sedikit memaksa kepada bawahannya untuk memilih dirinya sebagai caleg. Ini semua mereka salahgunakan untuk kepentingan politik, untuk kemenangan partainya,” ujarnya.
Aminurrohman menambahkan, penggunaan fasilitas negara saat kampanye sudah diatur undang-undang, namun para incumbent tidak konsisten dalam menjalankannya. “Penyalahgunaan fasilitas negara sudah ada aturannya, seharunya para incumbent mengikuti aturan tersebut. Masyarakat diharapkan turut serta mengontrol proses penyelenggaraan pemilu, sehingga pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan incumbent bisa segera dilaporkan,” katanya.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens mengatakan, para incumbent atau orang-orang di pucuk pimpinan lembaga negara memiliki pengaruh kekuasaan, sehingga ancaman kecurangan pada pemilu 2014 semakin terbuka lebar.
“Ancaman pemilu 2014 salah satunya adanya peluang kecurangan yang dilakukan incumbent. Hal itu terjadi karena pengaruh kekuasaan dan faktor yang mempengaruhi emosional untuk kepentingan Pemilu juga sentimen keberpihakan,” ujarnya.
Boni menambahkan, untuk mencegah terjadinya kecurangan perlu proses pengawasan yang ketat dan komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengontrol kehendak kekuasaan. “Jika dilihat dari pemilu 2004, incumbent gagal karena pucuk pimpinan tidak setia dan adanya peluang baru. Pada pemilu 2009 semua incumbent berpihak kepada penguasa, sehingga ancaman kecurangan incumbent pada pemilu 2014 sangat besar,” tutupnya. (r4)