Andika Bawa Lari Gadis Belia, Ditiduri Dua Kali

Tidak ada komentar 269 views

Bandar Lampung (DOC) – Kasus dugaan pencabulan dengan cara melarikan gadis di bawah umur yang dilakukan mantan voklais Kangen Band, Andika, membuat keluarga terpukul. Andika yang baru saja keluar dari penjara lantaran tersangkut kasus narkoba, kembali ditangkap polisi karena diduga telah melarikan gadis di bawah umur selama beberapa hari.

“Saya menyesal telah melakukan perbuatan ini, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya sangat sayang sama dia,”kata Andika.

Dia mengaku CN dibawa pergi selama empat hari dan dalam kurun waktu tersebut keduanya dua kali melakukan hubungan suami istri.Namun, dalam melakukan hal tersebut, dirinya menyatakan dilakukan dengan perasaan saling mencintai tanpa paksaan.

Tersangka kemudian meminta maaf kepada keluarga, sahabat, dan korban serta menegaskan rencananya pada awal Januari 2013 untuk menikahi CN.

Susilowati (46 tahun), ibunda Andika, menginginkan perdamaian terkait kasus anaknya yang melarikan gadis di bawah umur dan pencabulan.

“Saya menginginkan penyelesaian kasus ini kalau bisa secara kekeluargaan saja,” kata Susilowati, Selasa (18/12).

Dia mengatakan, permasalahan yang dihadapi anaknya ini seharusnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus dibawa ke pihak berwajib.

Berkaitan keinginan Andika yang ingin menikahi CN, gadis di bawah umur yang dibawanya selama beberapa hari tanpa izin orang tuanya sehingga dilaporkan ke polisi, ia mengungkapkan diserahkan sepenuhnya kepada anaknya.

“Jika mereka ingin menikah, silakan saja, namun seharusnya untuk CN harus dipikirkan lebih matang,” katanya.

Saat melihat anaknya memakai baju tahanan Polresta Bandarlampung, Senin (17/12), Susilowati sempat menangis histeris sehingga mengundang perhatian orang lain.

Ibunda Andika berharap jangan sampai permasalahan yang dialami anaknya itu menjadi berlarut-larut.

Keinginan ibu Andika itu, sama halnya seperti diinginkan mantan vokalis Kangen Band yang memiliki nama lengkap Maesa Andika Setiawan, 29, yang menginginkan perdamaian atas kasus yang sedang menimpanya.(mio/r3)