Anggaran MRT Juanda Dialihkan Untuk Double Track

 Lainnya

Surabaya, (DOC) – Rencana proyek pengembangan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) yang berbasis kereta listrik dengan rute Stasiun Gubeng-Bandara Juanda kemungkinan ditunda. Ditundanya proyek ini dikarenakan anggaran APBN tahap awal sebesar Rp 30 miliar dari pusat yang dirancang elevated dialihkan untuk penyelesaian jalur KA double track atau jalur ganda di lintasan utara.

“Memang proyek MRT perlu, akan tapi sekarang anggaran dari APBN itu dialihkan untuk menyelesaikan proyek double track yang juga program nasional,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Ir Wahid Wahyudi, Kamis (29/11/2012).

Dia mengatakan, untuk ketersediaan lahan double track jalur Pantura saat ini tidak ada kendala yang berarti karena sebagian besar lahannya milik PT KA.

Untuk pengerjaan jalur ganda kereta api, kata Wahid, diperkirakan selesai akhir 2014 meski hingga akhir 2012 masih belum ada upaya pengerjaan dari PT KA. “Direncanakan pembangunan double track akan selesai akhir tahun 2014. Sementara, untuk anggaran kereta bandara akan dikaji ulang,” ungkapnya. Roadmap proyek kereta api sepanjang 110 Km yang terintegrasi dengan berbagai kota di Jawa Timur itu juga telah ditandatangani Menteri Perhubungan saat dijabat Djuasman Syafeii Djamal dan Gubernur Jatim Imam Utomo pada 5 Agustus 2008.

Proyek itu terbagi atas dua tahap dengan total jalur yang dikerjakan mencapai panjang 110 km. Tahap I, skenarionya terdiri atas ruas Kandangan (Sby)-Surabaya-Waru-Sidoarjo sepanjang 42 km termasuk program double track dan membuat jalur rel yang ditinggikan (elevated). Pada tahap ini juga termasuk perbaikan stasiun dan pembangunan sejumlah perhentian (shalter). Tahap II berupa pembangunan jaringan KA menjadi double track untuk ruas Kandangan Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto, Waru-Sidoarjo-Porong Sidoarjo-Bangil Pasuruan. (r12/r4)