Anggaran Pilgub Jatim Terlalu Tinggi

Tidak ada komentar 211 views

Surabaya, (DOC) – Anggaran Pilgub Jatim 2013 belum juga ditetapkan. Anggaran yang diajukan desk Pilkada sebesar Rp 943 miliar untuk satu putaran masih menjadi polemik. Untuk itu Gubernur Soekarwo minta agar dilakukan rapat antarinstansi untuk merevisi anggaran tersebut.

Menurut Soekarwo anggaran Pilgub ini prioritas. “Harus ada rapat bersama antara eksekutif dan legislatif, khususnya Komisi A DPRD Jatim, KPU serta Bawaslu,” ujar Pakde Karwo Selasa (6/11/2012).

Dikatakan Pakde Karwo, pertemuan ini sangat penting untuk menentukan besaran anggaran Pilgub. Sebab, anggaran yang diajukan sekarang terlalu besar sehingga perlu dicari formasi anggaran yang pas dan efektif. “Dalam rapat penentuan anggaran, nanti dipilih mana saja yang layak jadi prioritas dan tidak. Kalau hanya sebatas pelengkap, jangan dulu,” tuturnya.

Untuk pemenuhan anggaran ini bisa dilakukan dengan cara menggeser anggaran yang ada di SKPD-SKPD. Langkah ini, masih lanjut Pakde Karwo, tidak mengorbankan, tapi menunda program yang sudah ada. Bahkan jika dilakukan, bisa ditunda lewat perubahan anggaran keuangan.

“Soal berapa besar anggaran Pilgub yang bakal dikepras, kami belum tahu. Kan rapatnya masih berlangsung. Yang pasti rapat ini akan melibatkan instansi terkait agar bisa diketahui kebutuhan anggaran Pilgub sebenarnya,” jelasnya.

Anggaran pilgub 2013 sendiri cukup menyedot APBD. Pasalnya, usulan yang diajukan mencapai Rp 943 miliar untuk pelaksanaan Pilgub Jatim satu putaran. Padahal, Pemprov sejak awal sudah memplot anggaran sebesar Rp 600 miliar. Dengan perincian, Rp 100 miliar sudah dianggarkan tahun lalu, dan sisanya Rp 500 miliar dianggarkan tahun 2013 nanti. Hal ini mengacu Pilgub putaran pertama 2008 hanya dianggarkan Rp 535 miliar.

Namun Desk Pilkada mengajukan Rp 943 miliar. Tentu saja terjadi kekurangan Rp 343 miliar karena tim anggaran sendiri masih belum punya gambaran pasti dananya akan diambilkan dari mana. Padahal per 11 Nopember 2012, APBD 2013 harus sudah digedok DPRD Jatim. Dan tahapan Pilgub sendiri sudah dimulai awal tahun 2013 dan pelaksanaan coblosan pilgub pada 29 Agustus 2013.

Anggota Komisi A DPRD Jatim Kartika Hidayati mengatakan, dirinya pesimistis soal tambahan anggaran sebesar Rp 343 miliar dapat direalisasikan tahun ini. Sebab, waktunya mepet dengan jadwal pengesahan RAPBD 2013.

“Jika tetap dipaksakan dengan mengepras anggaran di semua SKPD, anggarannya diperkirakan masih belum cukup untuk menutupi kekurangan. Justru kebijakan pengeprasan tersebut dipastikan sangat mengganggu layanan publik,” ujarnya. (r12/r4)