Anggota Dewan Nilai Mahmud Inkonsisten

Tidak ada komentar 160 views

Surabaya,(DOC) – Sejumlah anggota DPRD kota Surabaya mulai geram terhadap sikap Moch. Machmud Ketua DPRD Surabaya yang mulai inkonsisten. Sebelum menduduki posisi pimpinan legislatif, banyak janji yang telah dilontarkan oleh mantan Ketua Komisi B DPRD Surabaya ini, diantaranya adalah segera mengisi ketua Badan Kehormatan (BK) dan Ketua Komisi B, sekaligus melakukan rotasi di tiap-tiap komisi. Namun sayangnya, sejak 4 bulan M. Machmud menjabat, janji tersebut kini belum terwujud sama sekali.
Sekertaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya Erik Tahalele menyayangkan kinerja DPRD Surabaya yang stagnan tanpa perubahan sedikit-pun. “Saya katakan Machmud tidak konsisten dengan ucapannya apa yang dikatakannya tidak terbukti, padahal sudah empat bulan dirinya menjabat sebagai pimpinan dewan,” kata Erick, Jumat (18/10/2013).
Erick juga membeberakan soal kedisiplinan kinerja anggota dewan yang akan di tegakkan oleh mantan Wartawan ini, setelah ia menjabat sebagai Ketua DPRD menggantikan Wisnu Wardhana. Faktanya sampai sekarang semua tak pernah terrealisasi, bahkan jadwal sidang Paripurna dan agenda kedewanan-pun sering molor.
“Nol besar hanya omong kosong,” bebernya.
Ia menambahkan, komunikasi antar Fraksi di DPRD Surabaya untuk membicarakan soal kekosongan jabatan perangkat lembaga dewan termasuk rotasi anggota Komisi, mungkin sekarang sudah dilupakan.
“Sampai hari ini belum ada komunikasi sama sekali, bahkan sebelumnya ketua DPC Partai Demokrat sudah setuju akan rotasi dan pengisian komisi yang kosong akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan oleh Ketua Dewan, seharus cepat bergerak melakukan kompromi tidak masalah namanya politik,” tegasnya.
Dampak kekosongan posisi Ketua Badan Kehormatan ini, jelas membuat leluasa anggota dewan mengatur jadwal kunjungan kerja tanpa harus memikirkan kinerjanya sebagai wakil rakyat yang bertugas mengontrol anggaran dan kinerja eksekutif.
“Katanya akan memangkas kunker dan dirinya tidak ikut. Tapi apa?, kenyataannya malah dirinya ikut kunker. Ini kan aneh, kemarin bilang A ternyata besoknya bilang B. Bukti ketidak konsitenan Machmud,” kata Erick.
Mendekati pemilu legeslatif 2014 mendatang, setiap anggota dewan yang akan mencalonkan kembali, memang berhak untuk melakukan pencitraan bersih atau baik kepada para konstituensnya. Begitu pula dengan M. Mahmud yang akan maju kembali melalui Dapil V DPRD Surabaya. Namun caranya harus elegan dengan memacu kinerja Dewan agar disiplin. Sehingga citra lembaga legeslatif ini menjadi lebih baik lagi.
“Kalau kinerja dewan bagus yang dapat nama kan Ketuanya, dianggap dapat menggerakan institusi. Jangan melakukan pencitraan sendiri dengan mendompleng kegiatan Walikota yang menguntungkan dirinya. Kemudian meninggalkan Walikota jika tidak menguntungkan dirinya,” cetus Erick.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Mochammad Anwar anggota Komisi A rekan satu fraksi dengan Mochammad Machmud.
Ia menilai, bahwa Machmud tidak mampu menjalankan roda lembaga DPRD Surabaya ini.
“Masih adanya kekosongan didua kelengkapan dewan menunjukan pimpinan dewan tidak mampu menjalan roda organisasi,” kata politisi senior Partai Demokrat Surabaya ini.
M. Anwar juga mencontohkan inkonsisten Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud soal penggunaan mobil dinas.
Pasca dilantik menjadi ketua dewan, empat bulan lalu, M. Mahmud juga pernah berjanji untuk tidak menggunakan mobil dinas. Namun buktinya, Ia malah meminta mobil dinas baru dari Panther menjadi Inova. Bahkan tak tanggung-tanggung M. Mahmud membawa enam mobil dinas sekaligus.
“Itu semua sudah menunjukan ketidak konsistennya saudara Machmud. Saya kuatir dia juga tidak berdaya dalam memimpin Lembaga Rakyat ini,”ungkap Anwar.(di/r7)