Anggota DPRD Surabaya Desak Walikota Siapkan Pengganti Sekkota

Surabaya,(DOC) – Anggota Komisi A bidang pemerintahan dan hukum, Erick Tahalele, Selasa (12/2/2013) mendesak Walikota Surabaya segera mempersiapkan pengganti Sekkota Sukamto hadi dan Muklas Udin asisten dua sekkota setelah keduanya bersama mantan kabag keuangan Purwito siap menjalani hukuman 1,6 tahun, pasca putusan MA soal kasus jasa pungut turun.  Anggota Fraksi Partai golkar ini menegaskan, selain proses hukum harus tetap dihormati, pemkot juga harus mengantisipasi agar system  pemerintahan tidak terganggu dengan  ketidakaktifan Sukamto hadi dan muklas Udin.

“Posisi mereka penting sebagai Sekkota dan Asisten. Untuk itu  Pemkot harus mengantisipasi agar pemerintahan tdak terganggu” ujarnya.

Erick yakin walikota Surabaya telah memikirkan pengganti para pejabat yang segara non-aktif tersebut. Namun, ia mengaku tidak etis jika dewan proaktif mengusulkan penggantinya.

“saya serahkan ke walikota untuk mengambil sikap dan keputusan” harapnya.

Ia hanya meminta, pengganti  yang baru nanti tdiak serta merta merubah kebijakan yang telah dijalankan oleh sekkota adan Asisten dua sekkota lama .  Erick mengakui tanggung jawab untuk jabatan sekkota dan asistennya sangat berat. Untuk itu ia meminta kepada walikota harus ada pembicaraan terbuka dengan Muklas udin dan sukamto dalam menyiapkan pengganti mereka.

“Karena harus ada kepastian, dan tanggung jawabnya berat. Harus ada pembicaran terbuka dengan Pak Muklas dan Pak Kamto untuk mempersiapkan orang” paparnya.

Erick mengatakan, untuk jabatan Sekkota ditentukan oleh gubernur Jawa timur. Walikota Surabaya memiliki kewenangan formal untuk mengajukan calonnya, dengan meminta pertim bangan kalngan dewan terlebih dahulu. Sementara untuk asisten dua sekkota sepenuhnya diputusakan oleh walikota. Anggota Komisi A ini mengungkapkan, cukup banyak calon pengganti Sukamto dan muklas yang potensial dan mumpuni. Untuk itu, ia berharap calon yang diajukan oleh Walikota nantinya lebih dari satu kandidat.

Sementara mengenai hukuman yang harus diterima oleh para pejabat teras pemkot Surabaya ini, Erick Tahalele mengaku prihatian. Apa yang terjadi pada mereka tdiak lepas dari bagian tugas.

“Saya iikut prihatin dan menyampaikan empati kepada beliau bertiga (Sukamto hadi, Muklas Udin dan Poerwito). Mereka adalah sahabat saya, senior saya di birokrasi” terangnya.

Erick mengharapkan kasus yang menjerat  sekkota dan asisten dua sekkota serta mantan kabag keuangan menjadi pelajaran bagi pegawai di jajaran pemerntahan dan anggota dewan dalam menjalankan amanah rakyat.

“ini dinamika dan resiko jabatan. Dimanapun, jabatan politis, birokrasi ada dampaknya. Semoga ini menjadi pembelajaran” pungkasnya. (K-4)