Angka Laka Tenaga Kerja Terbesar Terjadi Dijalanan

Surabaya,(DOC) – Angka kecelakaan kerja di jalanan di Surabaya tinggi. Dalam sehari ada 4-5 kasus kecelakaan yang melibatkan pekerja. Ketika pekerja hendak dan pulang kerja, maupun di jalan dalam rangka bagian kerja.

Fakta ini disampaikan Koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Watch Jatim Jamaludin. “Kenapa kami bisa menyebut angka kecelakaan kerja di jalanan di Surabaya tinggi? Ini karena kami memilah data dari masing-masing BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya. Ada empat kantor cabang, yakni di Jalan Karimun Jawa, Darmo, Tanjung Perak, dan Rungkut

Menurutnya, untuk Januari hingga Desember tahun 2015 tercatat 1.515 kasus kecelakaan berdasar catatan Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) yang dikeluarkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimunjawa Surabaya. Dari kasus tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Karimunjawa mengeluarkan santunan Rp10.577. 804.575,89.

“Angka kecelakaan kerja sebesar 1.515 di cabang Karimun Jawa saja itu cukup tinggi. Berarti tiap hari ada sekitar 4-5 kasus kecelakaan kerja. Setelah kami konfirmasi ke BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker, ternyata kecelakaan mayoritas bukan dalam area perusahaan, tapi di jalanan, karena kecelakaan lalu lintas,” rincinya.

Pekerja terlibat kecelakaan ketika berangkat maupun pulang kerja. “dari kasus kecelakaan kerja, 70 persennya di jalan, kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya.

Dari kenyataan ini, kata Jamaludin, angka kasus kecelakaan kerja di Surabaya  tinggi disbanding daerah lain di Jatim. “Data Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim menyebut angka kecelakaan kerja selama 2015 tercatat 8.000 kasus. Jika Surabaya saja 1.515 kasus berarti cukup tinggi,” tandasnya.

Ironisnya, menurut Jamaludin, dari 7 juta tenaga kerja (Naker) di Jatim sebagaimana data Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, baru sekitar  20 persen yang diikutkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Ini membuat pekerja cenderung menanggung sendiri biaya pengobatan yang ditimbulkan dari kecelakaan kerja.

Pekerja kini lebih paham hak-haknya seputar BPJS Kesehatan, namun kurang paham haknya terkait BPJS Ketenagakerjaan.

Terpisah, Kepala Disnaker Surabaya Dwi Purnomo mengatakan, kecelakaan kerja dalam area industri di Surabaya minim. Ini yang membuat Disnaker Surabaya beberapakali mendapat penghargaan bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Kalau kecelakaan kerja di jalanan benar jika ada data menyebut cukup tinggi. Ini yang mendorong kami menghimbau perusahaan aktif sosialisasi sekaligus kampanye keselamatan berlalu lintas. Nara sumbernya bisa dari lalu lintas serta Dinas Perhubungan,” kata Dwi ditemui di kantornya.

Mantan camat Tegalsari ini minta BPJS Ketenagakerjaan juga menerbitkan kartu JKK. Tujuannya supaya pekerja tahu haknya sehubungan dengan risiko kecelakaan kerja di pabrik maupun jalan. Supaya mereka tidak menanggung sendiri biaya perawatan akibat kecelakaan kerja.

“Sebenarnya bisa ditekan dengan cara preventif. Bisa dengan SMK2 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Misalnya perusahaan antar-jemput pekerja dengan kendaraan perusahaan. Terutama bagi pekerja perempuan. Di Surabaya, banyak perusahaan yang sudah menerapkan antar-jemput. Disnaker selalu mempermudah permintaan surat-surat untuk pengajuan klaim JKK dan gratis,” sebut Dwi Purnomo.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karimunjawa Heru Prayitno membenarkan bahwa angka kecelakaan kerja terkait lalu lintas cukup tinggi. “Dari angka kecelakaan kerja yang ada, 70 persen di antaranya karena lalu lintas. Ini tidak murni karena kesalahan pekerja, tapi bisa karena pengendara lain. Jadi bisa jadi pekerja sudah hati-hati saat berangkat dan pulang kerja,” kata Heru.

Untuk menekan angka dari tahun ke tahun, kata Heru, pihaknya sudah pernah sosialisasi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim. Bahkan pekerja yang menjadi peserta mendapatkan pin.

“Perusahaan berdasar himbauan BPJS Ketenagakerjaan juga intens menghimbau pekerja menggunakan helem, mematuhi aturan lalu lintas dan teknik keselamatan berkendara lainnya. Karena jika pekerja kecelakaan dan tidak masuk kerja, perusahaan juga rugi,” sebut Heru.(sp/r7)