Ansor Surabaya Bedah Buku Sang Zahid

Tidak ada komentar 178 views

Surabaya (DOC) – Sejumlah pengurus Forum Komunikasi Kader  Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya melakukan silaturahmi dengan  Direktur Memorandum  Sukoto di kantor Memorandum Jl Kembang Jepun 161, Senin kemarin (15/10/2012) sore.
Yang menarik, selain bersilaturahmi,  mereka juga mengundang Sukoto untuk menjadi salah satu nara sumber dalam acara peringatan 1000 hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid  berupa Bedah Buku Sang Zahid Mengarungi Sufisme Gus Dur bertema “Menghormati Mayoritas , Menyayangi Minoritas”.
Bedah buku sendiri akan digelar di Kantor PC NU Surabaya, Rabu (17/10/2012) pukul 19.00 WIB sampai selesai. Selain Sukoto, panitia juga mengundang  KH Husen Muhammad (penulis buku), Mas’ud Adnan (penulis Sunan Gus Dur Akrobat Politik Ala Nabi Hidir), Pendeta Romo Eko (Tokoh Kristiani) sebagai pembicara  dalam diskusi dan bedah buku.
“Kami melihat, selama ini Pak Sukoto  memiliki kedekatan dengan Nahdliyin. Bahkan beberapa kegiatan yang dilakukan banyak melibatkan  warga NU. Makanya kami mengundang Pak Sukoto menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut,” jelas Yusuf, juru bicara  Forum Komunikasi Kader  Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya, kemarin.
Mendapatkan amanah seperti itu, Sukoto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan. Hanya saja, dirinya tidak bisa memenuhi undangan tersebut. “Saya mohon maaf karena kebetulan saat itu saya sedang menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Buku Sang Zahid Mengarungi Sufisme Gus Dur karya KH Husein Muhammad merupakan testimony paling otoritatif tentang sosok Gus Dur  yang sesungguhnya. Dan yang menulis ini sangat paham dengan  kehidupan Gus Dur secara personal, dari keseharian yang sederhana, gagasan hingga kerja kemanusiaan.
Dan buku ini sendiri oleh sang penulis untuk memperingti 1000 hari wafatnya Gus dur. Dan  buku ini merupakan perluasan tulisan yang pernah dimuat dalam buku Bertahta dalam Sanubari, kumpulan tulisan tentang Gus Dur yang diterbitkan pada 40 hari beliau berpulang. (R-12/R-4)