Antisipasi Kebakaran, Pemkot Diklat 62 Relawan

Tidak ada komentar 107 views

Surabaya, (DOC) – Kebakaran bisa terjadi kapan pun dan dimana pun. Tanpa peringatan, si jago merah bisa meluluh-lantakan bangunan atau bahkan merenggut korban jiwa. Menyadari hal itu, Pemerintah Kota Surabaya menggelar pelatihan satuan petugas sosial (satgassos) “fire rescue” di gedung diklat PMK, Jl. Margomulyo, Selasa (23/4).
Kegiatan bertema “Penanggulangan Bencana dan Pengungsi” (PBP) itu berlangsung selama dua hari. Sedikitnya 62 peserta dari 31 kecamatan se-Surabaya siap melahap materi yang diberikan oleh para instruktur. “Peserta diklat merupakan relawan dari tiap kecamatan. Mereka akan dibekali teori dan praktik di bawah arahan tenaga terlatih,” terang Kasie Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Kota Surabaya, Yuli Darmawati.
Dia mengatakan, tujuan utama diklat PBP ini adalah untuk menyiapkan skema penanggulangan kebakaran secara terencana. Jadi, bilamana terjadi kebakaran, para peserta yang sudah dibekali ini mampu melakukan langkah antisipasi, termasuk bagaimana upaya evakuasi yang baik dan benar. “Kami sudah menggelar pelatihan satgassos ini tiap tahun, dan sudah menjadi agenda rutin dari Dinas Sosial,” imbuhnya.
Asisten Administrasi Umum, Sekretariat Kota (Sekkota) Surabaya M. Taswin yang membuka pelatihan tersebut, menyatakan, kebakaran kerap muncul secara tak terduga. Pemkot memang sudah menyiapkan segala sarana, mulai dari mobil pemadam, tenaga PMK, dan lain sebagainya. Namun, agar berjalan maksimal, segala upaya itu perlu dukungan dari masyarakat sekitar.
“Tentunya, warga harus dibekali dulu dengan matang. Nah, dengan pelatihan ini diharapkan dampak kebakaran bisa diminimalisir,” kata Taswin.
Terpisah, Kepala Dinas Kebakaran Surabaya Chandra Oratmangun menuturkan, tingginya kasus kebakaran disebabkan oleh meningkatnya potensi kebakaran. Pertambahan penduduk, pemukiman padat, dan pembangunan gedung-gedung bertingkat adalah potensi yang dimaksud.
Menurut dia, kejadian kebakaran tak pandang musim. Di musim hujan, per bulan rata-rata bisa terjadi 10-15 kasus. Jumlahnya bisa mencapai 100 kasus lebih di musim kemarau. “Sekecil apapun potensi kebakaran tidak boleh diremehkan. Oleh karenanya, kita harus selalu siap siaga dan tidak boleh lengah,” ujarnya. (r4)