APBD Surabaya 2013 Usulkan Naik Rp. 5,6 Trilliun

 Ekonomi

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya mengusulkan peningkatan kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 sebesar Rp 5,6 triliun. Saat ini, kekuatan APBD kota Surabaya tahun 2012, yaitu sebesar Rp 5,1 triliun.
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK), Suhartoyo memprediksi pada tahun 2012 ini, pendapatan Kota Surabaya mengalami kenaikan, yang secara otomatis akan diikuti dengan perubahan anggaran belanja. Namun sayangnya, pria yang dikenal ramah ini, enggan menyebutkan berapa kenaikan pendapatan yang akan dituangkan dalam APBD 2013 kelak.
“Yang jelas, pendapatan dari berbagai sektor bakal naik. Baik dari sektor pajak maupun retribusi. Sebab, wajib pajak dan pembayar retribusi dipastikan bertambah selaras dengan perkembangan kota,” terang Suhartoyo.
Dia mencontohkan, jumlah hotel dan restoran terus meningkat. Bahkan, dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), target restoran ditambah. Dengan alasan itulah, untuk tahun depan angka pendapatan pajak akan digenjot. Salah satu caranya dengan memperkuat petugas penagih pajak.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunana Kota (Bappeko) Surabaya-Hendro Gunawan menjelaskan, berdasarakan logika, untuk kota sebesar Surabaya, kenaikan pendapatan dianggap sangat wajar. Malah setiap tahun, pendapatan kota Surabaya pasti akan bertambah.
Menurut Hendro, Secara tidak langsung, kenaikan pendapatan ini, akan ber-Implikasi pada program pelayanan masyarakat yang juga akan meningkat.
“Insya Allah kenaikannya sampai Rp 5,6 triliun. Makanya, nanti akan ada penambahan program dan pelayanan masyarakat. Baik bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial,” sebut Hendro Gunawan.
Menanggapi Usulan tersebut, Anggota badan anggaran DPRD Surabaya – Agus Sudarsono mengatakan, usulan peningkatan kekuatan APBD merupakan tugas Eksekutif dan boleh dilakukan. Namun pengesahannya harus melalui pembahasan di lembaga legislatif dulu.
“Kami akan lihat kinerja mereka lebih dahulu,” kata politikus Partai Golkar ini.
Menurut Agus, Dalam membahas usulan kenaikan APBD 2013, Badan Anggaran dewan harus mengkaji prosedur kenaikanNya terlebih dahulu. Salah satunya diantaranya, melihat berapa jumlah realiasasi target pendapatan yang telah dicapai hingga saat ini. Jika banyak yang meleset, maka target bakal diubah.
“Jangan sampai, target terlalu tinggi, realisasinya nol. Pemkot tidak boleh hanya lihai membuat anggaran dan program tapi realisasinya tidak maksimal,” ingatnya.
Agus Menambahkan, memiliki APBD yang tinggi tanpa diimbangi dengan peningkatan kinerja dari pemkot, maka hal itu akan menjadi percuma. Apalagi yang paling di sorot Publik adalah DPRD Surabaya sebagai pengesah anggaran. Oleh karena itu, dewan akan mempertimbangkan banyak hal. Termasuk, angka-angka dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
“Kami memang paham kalau Surabaya terus berkembang. Namun soal anggaran dan pendapatan, perhitungannya harus detil dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan hanya gampang memasang target. Percepatan juga perlu.,” tutur Agus.(K-1/ R-7)