APPBI Optimis, ‘Surabaya Shopping Festival’ Tak Terpengaruh Teror Bom

foto : Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sutandi Purnomosidi

Surabaya,(DOC) – Pasca teror bom di Surabaya membawa dampak yang cukup signifikan dikalangan usaha, khususnya bagi pengelola pusat belanja, cafe, restoran dan ritel. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sutandi Purnomosidi mengatakan dampak tersebut mulai terasa pada tengah hari Minggu(13/5/2018) hingga Selasa(15/5/2018)lalu.

Menurut Sutandi, jumlah pengunjung mall dalam dua hari pasca terjadinya ledakan bom, rata-rata hanya berkisar 20 % dibanding kondisi normal.

“Dampaknya merata disemua pusat perbelanjaan. Namun sejak Kamis(16/5/2018) kemarin, kami pantau traffic dalam mall mengalami kenaikan dan langsung terjadi recovery at least 80%,” kata General Manager Pakuwon ini, Senin(21/5/2018) malam.

Ia menjelaskan, recovery kota Surabaya ini terbilang cepat dan perlu di apresiasi kinerja aparat keamanan serta pemerintah yang sigap mengembalikan kondisi pasca ledekan bom bunuh diri. Jika dihitung dengan jumlah kendaraan, sejak Kamis(16/5/2018) lalu, kendaraan yang masuk ke setiap mall-mall di bawah pengelolaan Pakuwon Grub yakni mencapai 12000 unit per-hari atau 80 persen di banding hari normal.

“Kalau 2 hari pasca ledakan kendaraan yang masuk ke mall – mall, hanya berkisar 2000 unit saja atau 20 persen,” lanjutnya.

Sutandi juga mengatakan optimis, event Surabaya Shopping Festival yang tengah digelar di 15 mall  di Surabaya, dengan target transaksi 5 Trilliun di sepanjang bulan Mei 2018, bisa tercapai.

“Dampaknya tetap sedikit ada ya, tapi kami tetap optimis karena minggu depan akan memasuki musim belanja lebaran dan kami akan memberikan pelayanan yang terbaik, meskipun prosedur keamanan tetap diperketat demi keselamatan dan kenyamanan pelanggan juga,” pungkasnya.(rob/r7)