Aprindo Jatim Siapkan Strategi Geliatkan Ritel usai Isu Bom

Surabaya, (DOC) – Teror Bom yang mengguncang Surabaya akhir pekan lalu menyebabkan terganggunya perekonomian di Surabaya. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur tengah menyiapkan program penetrasi untuk menggairahkan pasar pasca tragedi bom.

Koordinator Wilayah Timur Aprindo Abraham Ibnu mengatakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan semangat belanja di toko modern, Aprindo berencana menyiapkan program-program menarik konsumen.

“Pasca teror bom penjualan ritel anjlok hingga 70%. Oleh karena itu kami akan bersurat kepada Walikota Surabaya untuk memulihkan psikologi warga Surabaya supaya tidak takut lagi, dan ekonomi bergerak terus,” katanya

Menurutnya, Surabaya merupakan kota metropolitan, di mana sektor perdagangan sedang tumbuh, dan sebagai kota kedua terbesar setelah Jakarta serta sebagai pusat industri di
Indonesia Timur.

“Surabaya juga jadi gerbang kota/kabupaten lain. Kami berharap pemkot mulai mikir recovery untuk kegiatan belanja, termasuk kami akan pasang spanduk banner untuk semangat belanja tidak takut teror,” papar Abraham..

Ketua Aprindo Jatim, April Wahyu Widati mengungkapkan akibat peristiwa bom Surabaya selama 2 hari itu, pengusaha ritel dari seluruh kategori ritel telah kehilangan omset sampai Rp33,9 miliar. Adapun di Surabaya dan Sidoarjo tercatat ada 1.052 outlet kategori minimart, 20 outlet hypermart, dan 12 outlet departemen store.

“Memang dampak dari kejadian kemarin sangat luar biasa. Padahal target pertumbuhan penjualan ritel Jatim tahun ini adalah 13%-15%,” katanya.

Ada 2 jenis ritel, yang pertama ritel terintegrasi dengan mal yang mengalami penurunan sampai 70% an, di antaranya seperti supermarket Hero, Hypermarket dan departemen store. Kedua, ritel standing alone yang mengalami penurunan sekitar 50% seperti minimarket dan supermarket Hero, dan Ranch Market.

“Kami berharap kondisi pulih kembali. Masyarakat kembali berbelanja paling tidak belanja ke ritel paling terdekat. Kami juga sudah melipatgandakan keamanan di mall demi kenyamanan masyarakat,” tutup April. (ps)