Aset Pemkot Mulai Disertifikatkan Melalui Program SMS

Surabaya,(DOC) – Bukan hanya warga yang ingin memanfaatkan kemudahan Program Sertifikasi Massal Swadaya (SMS) yang di gagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang melalui BPN RI, namun Pemkot Surabaya juga.

Aset – aset Pemkot yang belum bersertifikat, seperti gedung sekolah dan lahan fasum lainnya, kini mulai di inventarisir untuk di daftarkan program SMS.

Sekarang ini terdapat 40 aset Pemkot yang baru memiliki serifikat. Padahal aset Pemkot jumlahnya ribuan. Aset tersebut berupa fasilitas Umum dan Sosial (fasum-fasos).

“Saat ini ada 40 an aset yang disertifikasi, ada tersebar di Surabaya, yang utama adalah fasilitas umum, misalnya sekolah, taman, puskesmas dan gedung-gedung pemerintah, ” terang Sekertaris Dinas Penggelolahan Bangunan dan Tanah (DPTB) Pemkot Surabaya, Amminudin,Kamis (17/11/2016).

40 aset Pemkot yang belum bersertifikat itu, menurut Aminudin, sudah dalam proses BPN.
“Sekarang-kan prosesnya lebih cepat, karena pemerintah kota dan BPN sudah ada kerjasama dan kita sudah sering mengadakan rapat, terkait aset pemkot sendiri banyak, terutama tanah ganjaran atau BTKD, dan sudah kita lakukan pengamanan, baik pengamanan fisik maupun administrasi, kalau nanti ada komplain dengan warga akan kita selesaikan, tergantung komplainnya tentang apa,” jelasnya.

Samsul Bahri Kepala Seksi (Kasi) Pengaturan dan Penataan Pertanahan (P3) BPN II Surabaya, membenarkan jika Pemkot telah mendaftarkan 40 asetnya untuk disertifikasi.
“Di wilayah BPN II sudah banyak aset Pemkot yang sudah proses sertifikasi, terakhir yang diajukan untuk sekolah-sekolah, diantaranya SMAN 19, SMPN 15 sertifikatnya sudah jadi dan sudah terdaftar,” kata Samsul.

Ia menambahkan, seritifikat yang sudah dikeluarkan oleh BPN ini merupakan buktibsah kepemilikan tanah, sehingga tidak ada lagi yang bisa mengklaim tanah tersebut milik orang lain atau institusi lain.
“Karena selama ini semua kepala sekolah juga bingung, karena sekolah mereka belum bersertifikat, karena itu aset pemkot jadi sertifikatnya atas nama pemkot, cuman mereka nanti diberi copyan, jadi mereka bisa mencatat kalau tanahnya sudah bersertifikat, ” jelasnya.(mb/r7)