Asuransi Bukan untuk kalangan berduit saja

 Ekonomi, Lainnya

JAKARTA (DOC)- Berbagai persoalan ataupun musibah bisa menimpa setiap orang sewaktu – waktu tanpa memandang status kaya atau miskin, sehingga perlu adanya sebuah proteksi berupa asuransi.
Namun sebagian besar masyarakat kita, masih menganggap asuransi merupakan benda mahal dan hanya digunakan untuk kalangan yang berduit saja.

Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Kementerian Keuangan (Kemenkeu) – Isa Rachmatarwata mengakui bahwa perusahaan asuransi kini tengah lesu, akibat stigma masyarakat yang seperti itu. Hal itu tidak bisa dibiarkan, karena jasa keuangan ini harus dinikmati semuao golongan.
“Kita punya pandangan orang berpenghasilan tinggi yang pakai asuransi, karena bisa menyisihkan uangnya,” kata Isa, dalam acara konferensi pers Hari Asuransi Nasional, di The Plaza Office Tower, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

Stigma masyarakat terhadap Asuransi harus dirubah dengan memberi pandangan, bahwa Asuransi merupakan proteksi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. mengingat golongan ini-lah yang sangat membutuhkan.

“Harusnya diberikan proteksi, enggak mungkin rumah atau mobil yang dibeli bertahun-bertahun hilang begitu saja. Begitu juga dengan pendidikan anak dan hal yang akan terjadi dimasa datang,” Ujarnya.

Isa menyatakan, pada 2011 penetrasi asuransi hanya sebesar 1,82 persen dari GDP. Angka tersebut adalah asuransi yang memang penggunanya mengetahui dan dengan sukarela membeli. Dibandingkan negara lain, seperti Thailand, menurutnya Indonesia masih jauh tertinggal.

“Dibanding Malaysia dan Thailand kita masih ketinggalan. Kita setengah dari Thailand,” jelasnya.(R7)